Kang Emil Minta Reforma Agraria di Jabar Wilayah Selatan Libatkan Pesantren

0
29

Pemerintahan, BogorUpdate.com
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan melakukan reforma agraria, guna mengejar ketertinggalan di wilayah Jabar bagian selatan. Reforma agraria ini akan dilakukan melalui langkah retribusi lahan milik Pemprov kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan pada acara Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Jabar Tahun 2020, di Trans Hotel Kota Bandung, Selasa (21/7/2020).

“Kombinasi daerah bencana, kondisi tanah yang miring dan penduduk yang tidak banyak, itu yang menyebabkan ketertinggalan Jabar Selatan. Sehingga kita bertekad memperbaiki indeks ketimpangan ini melalui reforma agraria, dengan cara HGU (Hak Guna Usaha) lahan yang selama ini dikuasai oleh segelintir pihak, mari bersemangat kita reditribusi,” papar Kang Emil sapaan akrab Gubernur.

Kang Emil menyarankan reditribusi lahan diserahkan untuk dikelola oleh koperasi milik pesantren. Nantinya, ia akan mewajibkan koperasi pesantren untuk beroperasi secara profesional, supaya pesantren bisa diuntungkan dari pengelolaan lahan meski lokasinya tidak berdekatan.

“Tawaran saya pilihannya dua, yaitu kepada individu-individu rakyat atau kepada pesantren. Tanahnya boleh jauh dari pesantren, tapi oleh kebijakan gubernur sebagai gugus tugas reformasi lokusnya tidak harus selalu menempel,” ujar Kang Emil.

“Jadi nanti koperasi pesantren saya perintahkan profesional, sehingga mereka bisa berusaha di tanah yang nanti direstribusi di tempat lain,” sambungnya.

Lebih lanjut Kang Emil mencontohkan, pesantren Al Ittifaq di Ciwidey Kabupaten Bandung sukses mengelola pertanian secara modern dengan memanfaatkan teknologi 4.0. Selama pandemi covid-19, omzet Al Ittifaq meningkat hingga tiga kali lipat.

Berkaca dari kesuksesan terebut, Kang Emil mengatakan pihaknya akan memperkuat retribusi lahan yang akan dilakukan dengan pemberdayaan sumber daya manusia yang mumpuni.

“Di satu desa di Ciwidey yang jadi kebanggaan kami, dia fokus pada pertanian yang modern. Kemudian yang mengelolanya adalah koperasi pesantren. Selama covid dia ekonominya naik 3x lipat. Coba banyangkan ini terjadi di seluruh Jabar, dimana tanah-tanah yang menganggur itu dimanfaatkan, direditribusi kepada rakyat melalui 4.0,” terang Kang Emil.

“Ini adalah visi masa depan Jabar, yaitu kembali ke desa. Kombinasi deretribusi yang akan kita lakukan akan kamu perkuat dengan SDM nya, supaya jangan nanti dikasih tanah, tidak tahu harus apa” katanya.

Rencana redetribusi lahan kepada koperasi pesantren ini diapresiasi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil.

Menurutnya, model pengelolaan oleh koperasi pesantren ini akan memberi dampak kemajuan ekonomi pedesaan secara signifikan. Untuk itu, ia sangat mendukung rencana tersebut. “Saya sepakat sekali kita kembangkan model koperasi pesantren ini,” pungkas Sofyan Djalil yang bergabung pada rakor melalui media virtual. “Usul bapak saya terima, dan mari sama-sama mengurusnya,” tandasnya.

 

 

 

 

(Hms/bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here