Oral Seks Sebabkan Kanker? Yuk Cek Faktanya

0
41

Sumber foto (Net)

Kesehatan, BogorUpdate.com
Sebagai pasangan suami istri, melakukan hubungan seksual adalah aktivitas yang sangat menyenangkan. Beragam gerakan pun bisa dilakukan agar tidak bosan. Namun, ada satu gerakan yang banyak dihindari, yaitu oral seks.

Sebagian pasangan menghindari oral seks, karena gerakan tersebut konon dapat menjadi penyebab kanker mulut dan leher. Namun, apakah medis setuju dengan anggapan ini?

Seks Oral Bisa Sebabkan Kanker?
Pada dasarnya, segala jenis gerakan dalam berhubungan seksual termasuk oral seks berpotensi menyebabkan infeksi menular seksual (IMS), seperti infeksi Human papillomavirus (HPV).

Terdapat hingga ratusan jenis HPV dan sekitar 40 diantaranya ditularkan melalui kontak seksual langsung, seperti pada kelamin, mulut, dan tenggorokan. Nah, penularan virus HPV pada mulut dan tenggorokan bisa terjadi akibat oral seks.

Beberapa tipe virus HPV dapat menyebabkan kanker, sedangkan tipe lainnya menyebabkan penyakit kutil. Terdapat bukti bahwa semakin banyak kasus kanker rongga mulut akibat adanya infeksi HPV di area tersebut.

HPV dan Risiko Kanker
Terinfeksi HPV tidak serta merta berarti Anda pasti akan terkena kanker. Bahkan, 90% kasus infeksi HPV akan dihilangkan oleh tubuh secara alamiah dalam jangka waktu dua tahun.

Meski demikian, tidak dimungkiri bahwa infeksi HPV memang bisa meningkatkan risiko kanker. Hal ini khususnya terjadi jika virus HPV tetap bertahan di dalam tubuh, sehingga bisa menyebabkan perubahan sel (misalnya pada mulut atau tenggorokan). Perubahan sel inilah yang dapat menjadi ganas, atau dikenal dengan kanker.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa di Amerika Serikat, sekitar 70% kanker mulut dan kanker tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus HPV.

Tips Oral Seks yang Aman
Karena oral seks berisiko menyebabkan infeksi HPV yang pada akhirnya memicu kanker, apakah aktivitas seksual ini benar-benar dilarang untuk dilakukan? Tidak juga.

Anda tetap bisa melakukan oral seks asalkan tetap memerhatikan kebersihan dan kesehatan. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Jumlah Pasangan Seksual
Kemungkinan terinfeksi HPV oral berhubungan langsung dengan jumlah pasangan seksual Anda. Artinya, semakin banyak pasangan seksual (walaupun hanya melakukan oral seks saja), semakin besar pula kemungkinan Anda untuk terinfeksi HPV.

Oleh karena itu, bijaksanalah dalam melakukan aktivitas seksual, termasuk oral seks. Tidak berganti-ganti pasangan seksual, walaupun hanya melakukan oral seks, akan lebih aman.

2. Vaksin HPV
Vaksin HPV sebaiknya dilakukan oleh pria dan wanita usia pra-remaja, remaja, dan dewasa muda. Vaksin HPV memberikan perlindungan terhadap jenis virus yang dapat menimbulkan kanker.

Pada wanita, vaksin HPV sangat dibutuhkan untuk mencegah atau menurunkan risiko terjadinya kanker akibat infeksi virus tersebut.

Sementara pada pria, pemberian vaksin HPV bertujuan agar mereka tidak turut menyebabkan penularan virus ini ke wanita yang menjadi pasangan seksualnya. Selain itu, vaksin HPV juga bisa melindungi pria dari kejadian kanker yang berhubungan dengan infeksi virus HPV.

3. Gunakan Kondom
Selain sebagai alat kontrasepsi, kondom juga bisa digunakan untuk menurunkan kemungkinan terjadinya penyakit menular seksual. Karena itu, agar lebih aman, Anda dianjurkan untuk menggunakan kondom saat berhubungan seksual, sekalipun hanya melakukan oral seks.

Pastikan pula pasangan pria Anda menggunakan kondom dengan baik dan benar. Hindari penggunaan kondom abal-abal, agar keamanan dan kenyamanan Anda tetap terjaga.

Bagi pria yang ingin melakukan oral seks pada pasangan wanitanya, Anda dapat menggunting kondom menjadi bentuk segi empat untuk dijadikan pembatas antara mulut dan vagina.

4. Hindari Jika Terdapat Luka pada Mulut atau Kelamin
Tunda dulu melakukan oral seks apabila terdapat luka pada area mulut atau kelamin. Hindari juga oral seks apabila terdapat ruam, sariawan, kutil, area melepuh, borok, dan jenis luka lainnya, baik pada mulut maupun kelamin.

5. Hindari Oral Seks pada Keadaan Ini
Oral seks juga sebaiknya dihindari apabila terdapat kondisi-kondisi berikut ini:

-Sedang mengalami infeksi menular seksual
-Terdapat tindikan yang meradang atau belum sembuh pada mulut dan/atau kelamin
-Sedang mengalami infeksi tenggorokan
-Sedang haid

Sah-sah saja jika pasangan suami istri ingin melakukan oral seks. Namun, agar tidak mengalami efek oral seks yang merugikan, Anda tetap perlu melakukan persiapan dengan matang. Anda tidak ingin aktivitas yang menyenangkan malah membawa petaka bagi kedua belah pihak, bukan?.

 

 

 

(Klikdokter.com/refer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here