Miris! Turun Dari Mobil Mewah, Pria Ini Curi Handphone Pelayan Toko Makanan Cepat Saji di Citeureup

Foto tangkapan Layar aksi milik pelayan oleh seorang pria turun dari mobil mewah.

Citeureup, BogorUpdate.com – Viral Pria yang turun dari mobil mewah curi handphone di toko makanan cepat saji yang berlokasi di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (10/5/22).

Diunggah oleh akun instagram resmi milik @dtopchicken.ctr. pencurian handphone tersebut terjadi pada pukul 03.01 WIB, Selasa (10/5/22) dini hari.

Terlihat pelaku yang diduga sedang memesan makanan tersebut mengikuti pelayan ke dalam toko setelah melakukan pemesanan.

Saat pelayan masuk untuk mengabulkan pesanan pencuri tersebut, pencuri dengan kaus hitam putih berlengan pendek itu pun dengan cepat mengambil handphone pelayan toko makanan yang sedang tergeletak di meja.

Setelah mengambil handphone sang pelayan, pencuri yang menggunakan jeans sedengkul tersebut langsung lari dan kembali naik ke mobil mewah yang telah menunggunya.

Usai berhasil melancarkan aksinya, pelaku yang wajahnya tertangkap jelas oleh kamera beserta rekannya yang menunggu di dalam mobil pun langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.

Akun tersebut menulis keterangan dalam unggahannya. “Viral !!! terekam dtop chicken Citeureup,” tulis akun tersebut.

Sementara itu, mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan pengecekan SPK, telah ada laporan masuk secara lisan atas adanya pencurian tersebut.

“Pelapor disarankan untuk kembali lagi membawa bukti kepemilikan berupa dus atau kwitansi pembelian, kalo tidak ada atau rumahnya jauh minimal difotokan nomor imei nya,” ungkapnya kepada wartawan.

Eka mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti atas adanya laporan pencurian tersebut.

“Minimal kita mengumpulkan alat buktinya dulu, namun untuk HP minimal pelapor harus tau nomor imeinya karena hp dengan merek dan jenis yang sama itu banyak, yang dapat membedakan yaitu nomor imeinya,” paparnya.

Eka pun berharap, kepada masyarakat jangan salah mengartikan bahwa hal-hal yang diminta kepolisian untuk mengumpulkan alat bukti tersebut adalah penolakan laporan.

“Karena dalam menindak lanjuti laporan kita harus mencari alat bukti pendukung. Saat ini, berdasarkan bukti cctv anggota operasional reskrim sudah melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *