Posting di Twiter, Penista Agama Diburu Polres Bogor

  • Bagikan

Cibinong – Bogor Update
Melakukan penistaan agama islam di media sosial (medsos-red), Polisi Resort (Polres) Bogor masih memburu warga Kecamatan Gunung Sindur berinisial DNP (32).

Memposting kata-kata yang menyebut nabi Muhammad SAW seperti binatang dalam twiter @dhefhoyama, DNP ditetapkan sebagai tersangka kasus penista agama.

Kepala Polisi Resort (Kapolres) Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) A.M Dicky Pastika Gading mengatakan, meski telah dilakukan komunikasi, pihaknya masih belum mengamankan pelaku penistaan agama di medsos.

“Kami sudah sempat melakukan komunikasi telepon genggam dengan DNP tapi terputus lagi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa amankan atau pelaku bisa menyerahkan diri,” ujar AKBP Dicky kepada wartawan, Selasa (5/12/17).

Ia menambahkan, pihaknya mengambil langkah hukum dengan berdasarkan laporan polisi model A. “Intelejen kami monitor yang beredar di masyarakat kemudian segera dilakukan penyelidikan. Kami langsung bergerak cepat tanpa menunggu ada pihak yang melaporkan,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pihaknya telah mengambil langkah awal sebagai bentuk antisipatif dampak perbuatan pelaku. “Ibu dan dua adik pelaku sudah kami bawa ke Polres Bogor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga menghimbau agar warga tidak main hakim sendiri karena hal ini telah berproses secara hukum,” tambahnya.

Senada, Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH. Mukri Azi menegaskan, agar semua pihak dapat menahan diri atas perkara penistaan agama tersebut. “Kami menghimbau untuk semua umat khususnya muslim agar tidak emosional. Kita selesaikan ini melalui metode hukum di indonesia,” kata Mukri.

Ia memaparkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi hingga ke tingkat pengurus wilayah hingga forum komunikasi pimpinan daerah (Forkominda) agar prilaku DNP ini tidak menyebar.

“Tetap jaga harmonisasi kerukunan umat beragama di Kabupaten Bogor karena pelaku juga merupakan umat muslim. Kami selalu bergandeng tangan antar MUI pengurus kecamatan dengan Muspika hingga ke RT dan RW untuk tetap menjaga kerukunan. Saya juga nanti akan komunikasikan ini ke Bupati dan pimpinan DPRD,” paparnya. (EFT/DO)

 

Editor: Tobing

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.