Ratusan Massa PDIP Tuntut Pembakar Bendera Partainya Ditangkap

0
425

Politik, BogorUpdate.com
Ratusan massa dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar aksi demonstrasi di halaman Polres Bogor, Kabupaten Bogor demi menuntut pelaku pembakaran bendera partai PDIP pada, (24/6/20) lalu di depan Gedung DPR-RI.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Bogor, Bayu Syahjohan mengatakan, aksi ratusan massa dari seluruh pengurus anak cabang dan seluruh anak ranting se-Kabupaten Bogor dengan melakukan aksi demonstrasi di halaman polres Bogor, ini untuk menutut dan melaporkan pihak yang membakar bendera PDIP saat aksi demo di depan gedung DPR-RI, di Jakarta kemarin.

“Gerakan aksi massa dari pengurus DPC PDIP Kabupaten Bogor, hal ini dilakukan karena ingin melaporkan tindakan sara yang mungkin juga mengarah ke Makar yang diduga dilakukan oleh sekelompok saat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPR-RI di Jakarta,” kata Bayu kepada wartawan, Jumat (26/6/2020).

Menurut dia, aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI yang disisipkan dengan adanya tindakan pembakaran bendera PDIP bersamaan dengan bendera PKI itu, merupakan aksi massa dari 212.

“Aksi demo di DPR RI pada Rabu (26/6/20) kemarin itu yang kita kenal sebagai aksi 212 nya, tentunya dengan hal itu kami tidak terima dengan adanya pembakaran bendera PDIP saat itu,” jelasnya.

Bayu meyakini, aksi pergerakan demonstrasi di DPR RI itu merupakan gerakan yang betul-betul terencana karena massa tersebut juga melakukan pembakaran bendera PDI Perjuangan yang dibarengi dengan pembakaran bendera Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Padahal untuk PKI kami dari PDIP seluruh indonesia, sangat tidak tahu menahu perihal itu. Intinya, kalau sudah ada bendera partai yang telah dibakar, berarti gerakan itu kami anggap sudah terencana untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah saat ini,” bebernya.

Terbukti, lanjut Bayu, dalam aksi di depan gedung DPR RI dari massa 212 itu terdapat yel-yel yang isinya meminta Jokowi untuk turun dari jabatannya sebagai presiden RI.

“Terbukti, saat aksi itu ada yel-yel mereka ingin menurunkan pak Jokowi. Nah ini kan PDI Perjuangan partai yang betul-betul sebagai pemenang Pemilu di 5 tahun kedepan yang semestinya harus bisa dihormati,” terangnya.

Baginya, PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu tahun 2019 tidak bisa direndahkan oleh pihak manapun, pasalnya jika seluruh simpatisan dan pendukung PDIP diseluruh indonesia ini ingin memerahkan DKI Jakarta untuk menuntut Aparat Penegak Hukum (APH) menangkap dan menghukum pelaku pembakaran partai berlambang banteng itu bisa saja terjadi.

“Hanya saja, dengan kondisi seperti sekarang ini kami menghormati proses hukum yang ada. Untuk itu kita meminta pihak Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dapat menegakkan keadilan seadil-adilnya. Jika tidak kami akan turun aksi lebih banyak dari sekarang ini yang dilakukan secera serentak di seluruh wilayah se-Indonesia,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dalam aksi yang dilakukan segelintir massa di depan Gedung DPR RI dalam menuntut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Indonesia (RUU HIP) pada Rabu (24/6/20). (Rul)

 

 

 

 

Editor : Bing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here