Perjuangkan Nasib, Pedagang Ikan Hias Kembali Geruduk DPRD

0
47

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Untuk menyampaikan aspirasinya, para pedagang hias di jalan Bina Marga kembali melakukan audensi dengan pimpinan DPRD Kota Bogor, Kamis (2/7/20).

Kedatangan pedagang ikan hias yang tergabung dalam paguyuban Bina Bakti ini untuk menyampaikan keinginannya untuk tetap berjualan di tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tersebut.

Para pedangang tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, Wakil Ketua, Jenal Mutaqin dan Eka Wardhana serta anggota DPRD Kota Bogor Rizal Utami dan Jatirin.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana mengatakan, kedatangan pedagang depo ikan hias tersebut untuk menyampaikan keinginan untuk tetap bisa berjualan. Pasalnya menurut Eka pedagang di depo ikan hias itu secara aturan masih punya kesempatan untuk berjualan disana.

Masih kata Eka, berdasarkan aturan tidak ada yang dilanggar oleh mereka (pedagang ikan hias), artinya kemungkinan untuk mereka bisa memperpanjang sewa menyewa lokasi itu masih bisa dilakukan.

“Namun memang masih ada yang harus di diskusikan dengan pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor,” ujar Eka.

Politisi partai Golkar itu menjelaskan bahwa, DPRD Kota Bogor bisa memberikan ruang kepada masyarakat untuk melakukan aktifitas usaha dengan tetap berpedoman kepada aturan yang berlaku di Kota Bogor.

Dia berharap sebelum lahan itu dipergunakan oleh Pemkot Bogor, maka mereka tetap di berikan kesempatan untuk melakukan usaha di tempat itu.

“Karena kalau melihat dari sejarah, depo ikan hias itu di bangun dengan menggunakan dana dari kementrian dan depo ikan hias juga merupakan aset yang dimiliki oleh Kota Bogor sehingga kegiatan usaha mereka masih bisa dilakukan dilahan itu,” jelasnya.

Sementara, Anggota DPRD Kota Bogor fraksi PPP, Rizal Utami menambahkan depo ikan hias tersebut berdekatan dengan sentra kuliner dan aset Pemkot lainnya. Jadi kalau memang mau di relokasi harusnya di relokasi semua termasuk sentra kuliner.

“Saya minta kalau mau di relokasi ya relokasi semua jangan tebang pilih dan kalau bisa di sewakan ya sewakan karena itu kan pemasukan buat kas daerah,” kata Rizal.

Ia menyatakan, bahwa di masa pandemi ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor turun drastis. Dengan demikian alangkah baiknya pedagang ikan hias itu diperpanjang kontraknya, sehingga ada pemasukan ke kas daerah karena pembangunan LRT perencanaanya belum ada.

“Kita harapkan Pemkot bisa kembali menyewakan lahan tersebut. Kalau mau relokasi carikan tempat yan startegisnya sama dengan tempat sekarang, pedagangng ini kan bisa sewa dan bayar retribusi,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Paguyuban Bina Bakti, Sudiawan menuturkan sebelum digunakan untuk LRT, pihaknya berharap bisa tetap berjualan di lokasi tersebut dan perjanjian sewa menyewa lahan tersebut juga bisa dilanjutkan.

“Sebenarnya kalau untuk kepentingan masyarakat banyak kita juga menerima, namun dengan catatan dipindahnya jangan ke lahan milik Pemkot dan sudah di kelola oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya,” ujarnya.

Ia mengaku saat ini belum ada surat untuk melakukan pembongkaran. Pihak BPKAD juga akan mengkaji kembali terkait penertiban depo ikan hias ini.

“Terakhir kita dikasih batas sampai bulan Juni, namun masih lisan belum ada keterangan tertulisnya,” pungkasnya. (As)

 

 

 

 

 

Editor : Bing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here