Kunker Ditengah Pandemi Covid-19, Jampe Jokowi Sebut DPRD Khianati Rakyat

0
234

Foto gedung DPRD Kabupaten Bogor

Politik, BogorUpdate.com
Kalangan aktivis mengkritik adanya kunjungan kerja (Kunker) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor ke luar daerah belum lama ini.

Ketua Jaringan Masyarakat Pendukung (Jampe) Jokowi Bogor Raya, Ali Taufan Vinaya menegaskan, masih dilakukannya dinas luar daerah oleh DPRD Kabupaten Bogor ditengah-tengah pandemi Covid-19 menjadi cerminan negatif.

“Kunjungan kerja yang dilakukan Oleh beberapa Anggota DPRD kabupaten Bogor ke luar daerah adalah salah satu bentuk tidak adanya kepedulian terhadap masyarakat Bogor, terutama kepada para konstituennya,” tegas Ali, Senin (15/6/20).

Ia mengatakan, adanya dinas luar daerah yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Bogor itu bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.

“Harusnya dewan memiliki sense of crisis dan menggunakan Fungsi kontrolnya dalam penanganan Covid-19. Dewan mestinya lebih konsentrasi kepada penyelesaian Covid-19 yang saat ini terus bertambah jumlahnya,” ujarnya.

Ia menerangkan, banyak fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang mestinya ada peran para wakilnya di parlemen.

“Masih banyak persoalan yang terjadi di Kabupaten Bogor dalam masalah Covid-19. Carut marutnya Bansos, tidak layaknya beras bantuan yang diberikan oleh Pemda, adalah salah satu dan bagian persoalan yang terjadi. Dewan mestinya bukan malah ‘jalan-jalan’ ke luar daerah dengan uang rakyat,” terangnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya akan mengambil sikap terhadap aktivitas para wakil rakyat daerah Kabupaten Bogor tersebut.

“Kami akan catat siapa saja dewan-dewan tersebut. Kami juga akan kirimkan surat kepada pengurus partainya,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor hingga tanggal 14 Juni 2020, penyebaran terus masif yakni Orang Dalam Pantauan (ODP) 260 Orang (sebelumnya 259), kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 348 Orang (sebelumnya 333 orang). Untuk total positif Covid-19 berjumlah 294 kasus (sebelumnya 282). (Do/end)

 

 

 

Editor : Endi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here