Ihsan Ayatullah Sebut Ada Perintah Ade Yasin Genapkan Uang Sekolah Kalan BPK Jabar Jadi Rp100 Juta

Sidang kasus dugaan suap Cs, di , Senin (5/9/22).

Bandung, BogorUpdate.com – Terdakwa akui ada perintah Ade Yasin (AY) untuk membulatkan uang Pendidikan Kepala Perwakilan (Kalan) (Jabar), Agus Khotib dari Rp70 juta menjadi Rp100 juta.

Hal itu dilontarkan Ihsan Ayatullah dalam persidangan kasus dugaan suap auditor BPK Jawa Barat (Jabar) saat ditanya Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (5/9/22).

“Kemudian terkait dengan uang untuk pendidikan Kalan BPK Jawa Barat, Agus Khotib disini ada komunikasi pada tanggal 12 Oktober 2021 antara Ihsan Ayatullah dengan Maulana Adam, benar?” tanya , kepada Ihsan Ayatullah.

Dalam komunikasi tersebut, sambung Roni Yusuf, Ihsan sudah laporkan kepada AY terkait permintaan Kasub Auditorat Jabar III/pengendali teknis Anthon Merdiansyah untuk kontribusi dari Pemkab untuk sekolah Kalan sebesar Rp70 juta.

“Kemudian AY menyuruh untuk menggenapkan menjadi Rp100 juta ini pertemuan pada 12 Oktober 2021,” kata Roni Yusuf membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Ihsan Ayatullah.

Sedangkan pertemuan antara Ade Yasin dengan Anton itu tanggal 28 Oktober, sambung Roni, berarti apakah permintaan uang sekolah Kalan ini sebelum Ade Yasin ketemu dengan Anton.

“Ia sebelum Anton ketemu dengan AY Saya pernah sekali melaporkan kepada Ade Yasin pada Bulan Oktober 2021 terkait dengan urusan uang sekolah Kalan BPK sudah selesai,” timpal Ihsan Ayatullah.

Dengan begitu, lanjut Roni, artinya uang sekolah Kalan yang diminta Anton sudah selesai diberikan.

“Ia betul sempat ngobrol dengan Ade Yasin. Saya sampaikan kepada Ade Yasin, bu urusan Kalan sudah selesai cuman saat itu Ade Yasin sambil jalan,” ucap Ihsan.

“Bahwa hasil laporan tersebut Ade Yasin menyampaikan genapkan Rp100 juta untuk sekolah Kalan dari yang awalnya Rp70 juta,” sambung Ihsan.

Jadi waktu itu, kata Ihsan, dia dengan Anton bertemu dengan Ade Yasin dan disampaikan ke Ade Yasin soal sudah beres uang untu Kalan, tapi tidak ngeh.

“Dan saya bilang ke Ade Yasin untuk sekolah Kalan sudah selesai namun tidak ditanggapi Ade Yasin. Sebetulnya saya yang menyampaikan ke Hendra BPK Rp100 juta bukan karena Bupati,” ungkapnya.

Senada dengan Jaksa, Hakim Anggota menanyakan soal uang sekolah Kalan kepada Ade Yasin soal penyataan Ihsan yang mengklaim sudah persetujuan Ade Yasin menggenapkan uang dari Rp70 Juta menjadi Rp100 juta.

“Ada gak laporan Ihsan ke Ade Yasin kalau pak Kalan minta uang Rp70 juta untuk sekolah lalu ibu suruh bulatkan,” tanya Hakim Dodong.

Menimpal pertanyaan Hakim Dodong, Ade Yasin membantah semua pernyataan Ihsan soal penggenapan uang sekolah Kalan BPK.

“Saya tidak pernah menyuruh,” singkat Ade Yasin.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.