Akibat Melamun, Gadis Cantik Tabrak Kios Buah

CIPATAT, Bogorupdate.com- Gadis cantik tabrak kios buah di jalan raya Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (05/03/2019) sekitar pukul 17.20 WIB. Akibat dari peristiwa tersebut, kios buah hancur dan Atang (59) pemilik kios diduga mengalami patah kaki.

 

Saksi mata saat kejadian berinisial SE mengatakan mobil melaju dengan kencang sebelum akhirnya menabrak kios buah campole yang berada di sisi jalan raya tersebut.

 

“Itu saya kan ngga jauh dari kios, pas saya ngeliat aja tau tau mobilnya kesitu terus nabrak ke kios,” ujar SE kepada Bogorupdate.com seraya menunjuk kios yang telah hancur berantakan.

 

Atang pemilik kios yang saat itu sedang tertidur didalam kios lantas tertabrak dan tertimpa reruntuhan. Warga yang melihat kejadian tersebut dengan sigap melakukan pertolongan, mengangkat Atang yang saat itu dalam kondisi berlumuran darah dan buah dagangannya untuk kemudian mengevakuasinya ke tempat yang lebih aman.

 

Sementara tidak jauh dari lokasi kecelakaan, terlihat mobil Honda CRV Grey bernomor polisi D 1558 WY terlihat ringsek dibagian sebelah kiri depan dan dipenuhi pecahan buah-buahan dari kios yang ditabraknya.

 

Dekat dengan unit kendaraan, pengendara terduduk diam ditemani oleh beberapa orang yang mengaku anggota keluarganya. Ketika ditanyakan penyebab kecelakaan, gadis cantik tersebut menjawab lemah “melamun” kemudian terdiam.

 

Pihak yamg mengaku keluarga lantas membantah pernyataan perempuan tersebut sembari berdalih sedang ada kedukaan.

 

“Ngga, ngga melamun, melamun amat, ini kan dia baru dengar kalau neneknya meninggal jadi mungkin sambil mikir, sedih gitulah,” ungkap salah satu keluarganya.

 

Akibat dari peristiwa tersebut sempat terjadi kemacetan, sedangkan korban hingga saat berita ini diturunkan diduga mengalami patah kaki dan luka luka di sekujur tubuh dan masih mendapatkan pertolongan di Unit Gawat darurat Rajamandala, sementara peristiwa tersevut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (lea)

 

 

 

Editor : Refer

PKH Dinilai Tak Tepat Sasaran, Ini Kata Dinsos Kabupaten Bogor

BOGORUPDATE. COM- Banyaknya keluhan masyarakat terkait bantuan dari pemerintah berupa program PKH yang dianggap salah sasaran mendapatkan tanggapan dari Pemerintah melalui Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

 

Dari pantauan Bogorupdate.com, di beberapa titik desa maupun kelurahan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) banyak yang dianggap mampu namun mendapatkan program bantuan tersebut begitu juga sebaliknya. Hal itu bisa menimbulkan konflik di tengah masyarakat .

 

Plt Dinsos Kabupaten Bogor, Yanti Gunayanti menjelaskan bahwa penerima PKH berdasarkan data dari kementrian sosial dan badan pusat statistik, karena pihaknya hanya selaku pengawasan.

 

“Jadi, jika ada kesalahan data itu diluar kendali. Karena yang menentukan itu tim Badan Penanggulangan kemiskinan nasional yang cakupannya luas,” kata Yanti saat ditemui Bogorupate.com, usai acara Launching Memori Kemiskinan di Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) Citeureup.

 

Yanti menambahkan, pihaknya bisa mengajukan warga yang belum mendapatkan PKH untuk bisa menerima bantuan ini.

 

“Solusinya kita kembali ajukan ke kementrian sosial. Tapi sebelumnya harus diverifikasi dan falidasi data terlebih dulu melalui Musyawarah Desa setempat,” tukasnya.

 

Sebelumnya, keluhan ini disampaikan warga Karangasem Barat  Kecamatan Citeureup, Kurniasih (50) bahwa banyak warga miskin yang layak menerima bantuan PKH di wilayahnya, namun tidak terdata.

 

“Orang tidak mampu banyak tak menerima bantuan itu,” keluhnya

 

Ia berharap penerima bantuan PKH tersebut benar-benar didata secara baik di lapangan agar tepat sasaran. Apalagi kabarnya tahun depan akan ada ribuan lagi penerima bantuan tersebut.

 

“Saya harapkan petugas dengan teliti mendata, agar warga yang benar-benar membutuhkan bisa merasakan bantuan ini,”pungkasnya.(cek)

 

 

Editor : Refer

Ade Yasin Launching Memori Kemiskinan di BKS Citeureup

Bogorupdate.com- Bupati Bogor Ade Yasin melakukan Launching Memori Kemiskinan bertempat di Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (5/3/2019).

 

Menurutnya, memory kemiskinan ini adalah meningkatkan pemberdayaan dan harapan masyarakat pra sejahtera untuk bangkit menuju hidup sejahtera, sehingga diharapkan akan memutus mata rantai kemiskinan.

 

“Dalam percepatan program penanggulangan kemiskinan, Kabupaten Bogor mentargetkan turunnya presentase kemiskinan dari 7,14 persen pada tahun 2018 menjadi 6,38 persen pada tahun mendatang,” katanya AY kepada bogorupdate.com, usai acara.

 

Dalam mekanismenya, AY mengaku dibantu Dinas Sosial dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait sudah menyiapkan langkah-langkah atau upaya-upaya strategis untuk mencapai target tersebut.

 

“Langkah strategis untuk menanggulangi kemiskinan ialah pembangunan Graha Panca Karsa sebagai pusat pelayanan sistem layanan rujukan terpadu,” tambahnya.

 

Graha Panca Karsa, lanjut Ade, merupakan tempat pelayanan seluruh bidang, baik bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi maupun sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Bogor  dimana pada tahun 2019 – 2023 membuka replikasi  sistem layanan rujukan terpadu di desa dengan membangun pusat kesejahteraan sosial.

 

“Target kami pada tahun 2023 sudah terbentuk (Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di seluruh desa dan kelurahan,” tukasnya.(Cek)

 

 

Editor : Refer