Satpol PP Gulung Gambar Balon Walikota Bogor

Kota Bogor – Bogor Update

Petugas gabungan berhasil menertibkan ratusan gambar wajah para bakal calon (balon) Walikota yang dipasang tanpa izin, Senin (11/12/2017).

Giat penertiban baliho, spanduk dan umbul-umbul balon Walikota yang terpasang liar tersebut dilaksanakan secara gabungan, antara Satpol PP, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Disperumkim dan aparat setempat yakni trantib kecamatan dan kelurahan.

Dalam penertiban tersebut, Satpol PP menurunkan tiga tim atau sekitar 100 petugas, masing-masing tim menyisir setiap lokasi yang sudah dibagi dan menurunkan setiap reklame baik komersil maupun non komersil yang dipasang tidak berizin.

Menurut Kasatpol PP Kota Bogor Herry Karnadi, dari sekitar 350 reklame yang berhasil ditertibkan, didominasi oleh spanduk sosialiasai para balon Walikota.

“Sekitar 80 persennya adalah benner sosialisasi para kandidat balon Walikota dari setiap partai, yang 20 persenya macam-macam, mulai iklan perumahan, les privat, prodak dan sebagainya,” kata Herry di kantornya.

Masih kata dia, seluruh reklame yang ditertibkan telah melanggar perda nomor 8 tahun 2006 tentang trantibum, perda nomor 4 tahun 2011 tentang pajak reklame dan  perda nomor 1 tahun 2015 tentang penyelenggaraan reklame.

Herry menambahkan, karena terkendala cuaca dan jumlah personil dari lokasi yang sudah di petakan, barus sekitar 70 persen yang berhasil disisir.

“Yang belum terjangkau adalah jalur Laladon – Gunung Batu, Gunung Batu – Bondongan Lawang Gintung, Titik Empang, lalu jalur Semeru hingga Semplak dan Jalur Sukasari – Tajur. Jalur – jalur itu akan di lakukan penyisiran ulang rabu mendatang,” jelasnya.

Masih kata Herry, sebelum dilakukan penertiban, pihaknya telah melakukan rapat gabungan termasuk mengundang Panwaslu dan KPU Kota Bogor.

“Namun kata Panwas saat ini belum memasuki tahapan pemilu, jadi kewenangan menertibkan spanduk-spanduk atau alat peraga kampanye masih nenjadi kewenangan pemda. Selain itu, sejak jauh-jauh hari kami juga telah melayangkan surat pemberitahuan ke seluruh partai,” pungkasnya. (As)

 

Editor: Endi

Nyalon Wawalkot Bogor, Hary Arra Komitmen Jaga Kearifan Budaya Sunda

Kota Bogor – Bogor Update

Tak lama lagi, masing-masing kandidat bakal calon Wali Kota dan Wakil Walikota Bogor yang akan ikut pertarungan Pilwalkot 2018 akan mendapat rekom dari partainya masing-masing.

Hary Arra salah satunya, bakal calon Wakil Walikota dari partai Gerindra itu mengaku berkomitmen akan menjaga kearifan budaya sunda.

Ia mengatakan, siapa pun yang akan di rekomendasi dan memimpin kota Bogor ke depan harus memegang teguh nilai nilai karuhun di tataran pasundan.

“Silih asah, silih asih, silih asuh merupakan satu istilah yang lahir dari kearifan masyarakat sunda,” kata Hary Arra, Senin (11/12/17).

Menurut politisi yang juga anggota Tim Percepatan pelaksanaan Priorotas Pembangunan (TP4 Kota Bogor) tersebut, istilah itu tidak asing bagi masyarkat sunda karena telah menjadi falsafah hidupnya termasuk dirinya yang tinggal di kota Bogor.

“Silih asah, silih asih, silih asuh bukanlah bahasa kuno peninggalan sejarah. Tetapi merupakan falsafah bagi kehidupan orang sunda yang harus terus dibumikan dimanapun dan kapanpun,” ujarnya.

Keutamaan dari falsafah itu kata dia, merupakan satu kesatuan sikap, nilai dan rukun hidup yang harus dijiwai oleh masyarakat dalam menjalakan kehidupannya demi terwujudnya masyarakat yang kuat, cerdas, egaliter dan saling menebar cinta kasih sesamanya.

Silih asah tambah dia, berarti saling memberi pengetahuan, baik dengan cara saling mengingatkan saling membangun kesadaran akan ilmu pengetahuan dan saling mendukung dalam pengembangan diri sesamanya.

“Ini demi terbentuknya satu kesatuan masyarakat yang cerdas. Sebuah masyarakat yang cerdas merupakan satu syarat terbentuknya masyarakat yang kuat, tanpa kecedasan dan kesadaran akan ilmu pengetahuan,  masyarakat akan kehilangan hakikat dan kemerdekaannya sebagai manusia sehingga masyarakat akan mudah untuk dibodohi,didiskriminasi dan dieksploitasi,” tuturnya.

Sementara, semangat silih asah tambah Harry, merupakan semangat membangun dan menumbuhkembangkan khazanah keilmuan.

“Dalam masyarat yang menjiwai rukun hidup silih asah, ilmu pengetahuan akan berdampingan dengan dimensi etis sehingga ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi alat penindasan yang angkuh tetapi ilmu pengetahuan akan menjelma menjadi anggun yang akan membebaskan dan mengangkat derajat masyarakat dari keterbelakangan,” jelas dia.

Masih kata dia, untuk kata silih asih, berarti saling menebar cinta kasih atau rasa saling menyayangi. Tentulah harus menjadi falsafah yang mendarah daging bagi masyarakat sunda.

“Silih asih merupakan salah satu bentuk ikhtiar interaksi manusia dengan Tuhan demi mendapat cinta kasih-Nya, dengan cara menyayangi sesamanya. Semangat silih asih merupakan semangat membumikan nilai-nilai ketauhidan,” tambahnya.

Alasannya, karena dalam budaya silih asih tertancap kuat prinsip ketuhanan dan kemanusiaan. Yang nantinya akan membentuk mental masyarakat yang menjungjung tinggi nilai-nilai persamaan.

Masyarakat kota Bogor yang silih asih dalam prakteknya akan saling menghormati satu sama lain serta akan menjungjung tinggi nilai persamaan dengan tidak menganggap adanya kelas sosial.

Diakuinya, semua manusia sama, tidak ada yang dipandang sempurna dan tidak ada manusia yang seluruhnya cela. Dari semangat silih asih inilah maka akan melahirkan kehidupan masyarakat yang adil, harmonis serta jauh dari tindakan-tindakan yang anarkis.

“Dengan ajaran karuhun ini, jika dipegang teguh ketika memimpin niscaya akan amanah memimpin kota hujan 5 tahun ke depan,” pungkasnya. (As)

 

Editor: Endi

Calon Independen Petakan Kebijakan Yang Strategis, dan Utamakan Kearifan Lokal

Sefwelly Ginanjar, Balon wakil walikota Bogor

Kota Bogor – Bogor Update

Bakal Calon Wakil Walikota Bogor dari jalur Independen Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat yang akan mendampingi Edgar Suratman di Pilwalkot 2018, mulai melakukan pendekatan dengan warga.

Hal itu dilakukan untuk memaparkan visi misi serta program-programnya yang dipersiapakan sebagai solusi untuk masyarakat dan pembangunan Kota Bogor yang lebih baik.

Ditanya soal permasalahan di Kota Bogor, menurutnya persoalan di kota hujan sangat kompleks dan pemimpin harus berinovasi menciptakan kebijaka sebagai solusi.

“Insya allah, kami akan mengangkat kearifan lokal bukan hanya dari segi budayanya saja tapi juga tergahadap tarap ekonominya, dan program-program itu memang sejalan dengan Pak Edgar,” kata Sefwelly, Senin (11/12/17).

Dalam kebijakan mengatasi tarap ekonomi dan sosial warga, Ia berpendapat sah sah saja berkompetisi dalam berusaha. Tapi semua harus di atur, supaya perusahaan besar tidak mematikan ekonomi warga.

Sebagai contoh, dia menggambarkan peningkatan pembangunan, namun mengesampingkan tarap ekonomi dan sosial warga kecil.

ASS misalnya, perusahaan asal Australia yang menguasai pengelolaan parkir, ketika melihat sebuah kemacetan, mereka datang dan menawarkan pembangunan dengan syarat nanti pengelolaan parkirnya dia yang kelola.

“Ini kapitalis, mereka bicara dengan modal dolar cukup besar, sementara warga bicara rupiah saja sudah minder, maka persoalan ini lah yang harus dibuatkan solusinya,” ujarnya.

Lalu untuk persoalan PKL yang di trotoar secara aturan dan perundang-undangan adalah hak dan untuk pejalan kaki bukan untuk pedagang.

Namun lanjut dia, mereka tidak berdaya, karena terkendala di modal, misalnya mereka mau dagang maka mereka melakukan sistem konsinyasi.

Artinya ngambil barang dengan tarip stor ditentukan pemilik barang dan itu jadi beban, maka pedagang milih jalur altrtanatif  yakni nyari lokasi dagang yang murah dan mudah yakni jadi PKL di trotoar.

“Karena mereka tidak lagi berpikir melanggar atau tidak, tetapi mereka hanya berpikir jualan di trotoar itu murah karena cukup bayar 40 ribu misalnya, meski itu pungli, dan yang paling penting dagangan terjual dan bisa setor lalu dapat untung,” jelas dia.

“Itu bisa dipecahkan persoalannya dengan mengalokasikan APBD dan merelokasi mereka ke tempat yang memang bisa menguntungkan mereka, bukan justru mematikan mereka. Dengan begutu yang di gusur troroarnya bukan pedagangnya,” ujar pria yang hobi bikers itu.

Ia menambahkan, kalau direnungi tentang pilosofi ngabogor bodas, ngabogor hejo dan ngabogor bulao yang dicanangkan Pak Edgar, itu artinya manusia harus kembali ke jatidirinya, kembali ke tuhan dan kembali ke alam. (As)

 

Editor: Endi

Pilwalkot Bogor, Sefwelly Incar Suara dari Kalangan Pemuda dan Pengusaha

Sefwelly Ginanjar, Balon Wakil walikota Bogor

Kota Bogor – Bogor Update

Bakal Calon Wakil Walikota Bogor dari jalur Independen Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat yang akan mendampingi Edgar Suratman di Pilwalkot 2018, mulai melakukan pendekatan dengan warga khususnya kalangan pemuda dan pengusaha.

Dirinya mulai menjajakan diri ke tengah-tengah warga, terutama kalangan pemuda untuk memaparkan visi misi serta program-programnya untuk warga Kota Bogor.

Menurut Sefwelly, terlepas mau memilih dirinya dengan Edgar atau tidak, tapi minimal bisa menekan angka golongan putih (golput) atau tidak ikut andil meberikan suaranya dalam menentukan pembangunan Kota Bogor selama lima tahun kedepan.

Untuk target kantong suara, dia menyisir kalangan muda dan pengusaha, yang biasanya peduli tak pduli dengan pemilu.

“Kami mulai dekati warga khususnya para pemuda, bukan kita ajak masuk ke politik praktis tapi memang sekarang kita harus melek dunia politik. Kami ingin tekan tingkat golput, dari 42 persen minimal jadi 10 persen,” kata Sefwelly, Senin (11/12/17).

Diakuinya, dia sudah melakukan kunjungan ke beberapa wilayah, dan mengajak para pemuda ikut andil mensukseskan Pilwalkot 2018 dengan memberikan hak suaranya.

“Dengan tidak golput, maka warga sudah ikut menentukan pemimpinnya, untuk pembangunan selama lima tahun kedepan,” jelas dia. (As)

 

Editor: Endi

Penerapan Sanksi Lemah, Pembuang Sampah di Kecamatan Citeureup Marak

Citeureup – Bogor Update

Maraknya pembuang sampah liar oleh oknum yang tak bertanggungjawab, menjadikan Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah Kecamatan Citeureup. Pasalnya, kendati sudah dilakukan penindakan akan tetapi tak pernah membuahkan hasil.

Contoh di Jalan Raya Tarikolot tepatnya di Jembatan Kanisatek Desa Tarikolot Kecamatan Citeureup. Tumpukan sampah berjejer sepanjang jembatan ini hingga menjadikan hal biasa bagi warga yang melihatnya.

Sekertaris Desa Tarikolot, Rian Hidayat berkilah jika pihaknya kerap melakukan program ramah lingkungan setiap minggunya. Bahkan pelaku pembuang sampah liar sempat dilakukan tangkap tangan oleh satgas sampah pada waktu itu.

“Masih sulit. Meski diberikan teguran lisan, tapi semua itu belum bisa maksimal,” katanya kepada bogorupdate.com, Senin (11/12/17).

Camat Citeureup Asep Mulyana menjelaskan, penerapan sanksi pembuang sampah liar belum diberlakukan. Hanya saja diberlakukan program ramah lingkungan yang diintruksikan setiap desa.

“Saat ini hanya program ramah lingkungan belum adanya tindakan lain,” singkat camat.

Menanggapi hal ini, Kepala UPT Sanitasi Cibinong, Usep Supriatna mengungkapan dalam mengantisipasi pembuang sampah liar, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para kepala desa guna diberikan pengarahan lanjutan terhadap RT RW untuk diberikan pengarahan.

“Kita kerap melakukan sosialisasi terhadap para kades untuk berkoordinasi dengan RT RW agar warga bisa mengelola sampah dengan baik tanpa harus membuang sampah liar, tapi semua itu kembali lagi dari kesadaran warganya,” tukasnya. (SEP)

 

Editor: Endi

Astagfirullah, Oknum Bidan Ini Diduga Terima Jasa Aborsi Ilegal!

Cibinong – Bogor Update

Maraknya pasangan lawan jenis yang melakukan hubungan intim layaknya suami istri dan sampai sang wanita hamil, hingga untuk menutupi aib mereka mencari praktek aborsi ilegal. Karena maraknya hal tersebut didapatilah informasi Seorang Bidan berinisial D diduga menerima jasa aborsi ilegal di klinik miliknya di bilangan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong.

Menurut sumber yang minta jati dirinya tidak disebutkan mengatakan, bahwa dirinya pernah mengantarkan pasangan lawan jenis yang hendak menutupi aib hasil  terlarang mereka. Menurutnya, bahwa bidan tersebut sudah beberapa kali melakukan aborsi terhadap pasien yang menginginkan kandungannya digugurkan.

“Memang saya pernah diminta mengantarkan teman ke bidan itu, dan saya tidak mengetahui sampai esok harinya kami balik lagi dan baru dilakukan aborsi, bidannya langsung yang melakukan aborsi dibantu dengan pegawai nya, bukan dokter nya,” katanya, kemarin.

Ketika hal tersebut hendak dikonfirmasi kepada yang bersangkutan (bidan-red), namun di klinik tersebut hanya ada karyawan dan dua orang bidan lainnya. “Bunda (bidan D) sedang keluar,” ungkap karyawan klinik kepada wartawan, Senin (11/12/17).

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan juga pesan singkat, namun bidan D tidak memberikan klarifikasi apapun.

Mengacu pada Undang-Undang tentang Kesehatan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009, setiap orang dilarang melakukan aborsi dan Pasal 349 KUHP junto Pasal 55 KUHP. Dengan ancaman hukuman 7 sampai 9 tahun penjara.

Jika seorang dokter, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan. (Rie)

 

Editor: Endi

Hari Juang Kartika, Kodim 0621/Kabupaten Bogor Gelar Lomba Lari 10 K

Cibinong – Bogor Update

Bertempat di Jalan Raya Tegar Beriman tepatnya depan Kantor Bupati Bogor Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong, Kodim 0621/Bogor, lepas peserta lomba lari 10 K yang diikuti peserta sekitar 1500 orang. Giat ini dalam rangka hari juang Kartika tahun 2017 ke-72, tingkat Kabupaten Bogor dari garis star oleh Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Fransisco SE, Minggu (10/12/17).

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabipaten Bogor Ade Ruhendi (Ade Jaro), Kadispora Kabupaten Bogor Yusuf Sadeli, Kasdim 0621/Kabupaten Bogor, pasi dan Danunit intel Dim 0621/Kabupaten Bogor serta para Danramil Dim 0621/Kabupaten Bogor.

Lomba lari yang menempuh jarak sejauh 10 KM ini dimulai dengan Start dari Jalan Raya Tegar Beriman tepatnya depan Kantor Bupati Bogor Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong.

Komandan Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Fransisco SE, melepas secara langsung lomba lari 10K pada acara tersebut.

“Selain dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika ke 72 yang jatuh pada tanggal 15 Desember 2017, lomba lari 10K ini juga bertujuan untuk menjalin silahturahmi antara TNI, Polri bersama rakyat,” kata Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol.Inf Fransisco kepada bogorupdate.com

Seperti diketahui, peringatan Hari Juang Kartika yang jatuh setiap tanggal 15 Desember merupakan momentum tersendiri bagi TNI-AD.

“Peringatan hari lahir TNI-AD tersebut bukan hanya sebuah perayaan semata, melainkan bertujuan untuk mengenang kembali semangat dan jiwa korsa para prajurit TNI-AD, dalam meningkatkan pengabdian kepada nusa dan bangsa,” tambah Letkol Inf.Fransisco.

Dalam lomba lari 10K tersebut diperoleh 6 peserta tercepat yaitu tampil sebagai juara sekira Pukul 06.35 WIB, peserta pertama putra masuk garis finish a.n Pardi Anugrah No.dada 645 asal siswa SMK kelas 3 Klapanunggal, kemudian di ikuti oleh Junaedi Arifuddin No. dada (507 Bharatu anggota Brimob Kedung Halang) dan Nur Irfan no dada 489 (SMK kelas 3 Cibinong).

Dilanjut Pukul 06.50 wib peserta pertama putri masuk garis finish a.n Sekar Mayang no dada 601, kemudian di ikuti Dea Maeda no dada 650 dan Salsa no dada 646, Pukul 07.40 wib peserta terakhir masuk garis finish.

Selanjutnya, dilakukan penyerahan piagam yang pada Pukul 07.45 wib penyerahan dana pembinaan/medali/piagam no urut 1, 2 dan 3 putra oleh Dandim 0621/Kab Bogor serta penyerahan dana pembinaan/medali/piagam no urut 1, 2 dan 3 putri oleh ketua persit kartika chandra kira Kodim 0621/Kab Bogor. (SEP)

 

Editor: Endi

Sigap! Anggota Koramil 2126/Klapanunggal Selamatkan Percobaan Bunuh Diri

Sertu Maksudi bersama pria korban percobaan bunuh diri

Klapanunggal – Bogor Update

Seorang warga asal Lampung Sumatera yang diduga stres berhasil diselamatkan atas percobaan bunuh diri di jembatan Wika, Sungai Cileungsi pembatas Wilayah Kecamatan Gunung Putri dengan Kecamatan Klpanunggal, tepatnya ditengah jalur penyangga kabel listrik Desa Kembang Kuning Kecamata Klapanunggal Kabupaten Bogor, Senin (11/12/17) sekira pukul 06.00 WIB.

Aksi tersebut berhasil digagalkan Anggota Koramil 2126/Klapanunggal dibantu warga.

Korba percobaan bunuh diri diketahui atas nama Hendi Febriansyah warga asal Depok Rejo (Lampung), 08-02-1994, Alamat : Dusun IV rt 015/008 Kel Depok Rejo Kec Trimurjo Lampung.

“Kronologi kejadian berawal disaat saya berada di kantor Koramil 2126/Klapanunggal. Tiba-tiba mendapat informasi, bahwa akan ada seorang anak muda melakukan usaha bunuh diri di atas jembatan wika. Tak lama saya langsung bergegas meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dilokasi sudah banyak warga dan kondisi jalan sedang macet. Dan saya coba membujuk yang bersangkutan untuk tidak melakukan usaha bunuh dirinya, dan alhamdulillah mau menurutinya hingga digagalkan percobaan bunuh diri itu,” kata Sertu Maksudi Anggota Koramil 2126/Kalapanunggal kepada bogorupdate.com

Foto korban saat hendak nekat bunuh diri

Selanjutnya korban langsung dibawa ke pos security PT. Wika, hingga dibawa ke Koramil Klpanunggal. Di Koramil Klapnunggal Hendri diberi makan dan wawancara.

“Yang bersangkutan berasal dari lampung, berangkat naik bus mau ke tempat saudaranya yang beralamat di wilayah Jonggol. Karena kehabisan ongkos, ahirnya naik angkot jurusan Cileungsi hingga di turunkan tidak jauh dari jembatan Wika.

Karena merasa pusing, akhirnya yang bersangkutan berniat mau bunuh diri,” tambahnya.

Setelah diberi makan dan uang transpotasi, saudara Hendi Febriansyah dinaikan mobil dengan tujuan Jonggol. Diketahui Hendi Febriansyah diduga stres karena tidak mempuyai lagi uang/ongkos dari Lampung untuk kerumah pamannya ke daerah Jonggol.(SEP)

 

Editor: Endi

Sekjen PBB: Keputusan Trump Soal Yerusalem Halangi Proses Damai

Sekjen PBB, Antonio Guterres

Mancanegara – Bogor Update

Keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel bisa menghalangi upaya Amerika Serikat untuk mendamaikan Israel dan Palestina, kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres.

Tanggapannya pada, Minggu (10/12/17) kontras dengan pendapat Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley, yang menyebut kebijakan itu akan “membawa bola maju.”

Kebijakan baru AS dikritik oleh para pemimpin Palestina, Arab Saudi dan pemimpin dunia lain bisa sangat merusak prospek perdamaian dan telah memicu proses di berbagai kawasan dalam beberapa hari.

Saat berbicara dengan CNN, Guterres mengatakan bahwa dia senang menantu dan penasihat Trump, Jared Kushner, sudah melakukan pertemuan dengan pihak Israel dan Palestina mengenai rencana perdamaian baru bertahun-tahun setelah kebuntuan proses.

“Saya tidak mengatakan itu akan terjadi, tapi ada harapan bahwa untuk akhirnya membawa konflik mengerikan antara Israel dan Palestina menuju akhir,” kata Guterres.

“Saya pikir keputusan yang diambil Rabu berisiko mengorbankan upaya ini,” ia menambahkan.

Namun Haley menganggap ketakutan akan gejolak terkait keputusan Trump berlebihan.

Dia mengatakan kepada CNN bahwa Trump merupakan presiden Amerika Serikat pertama yang punya “keberanian” untuk mengambil tindakan yang menurut dia didukung banyak orang Amerika dan kalangan lain di dunia.

“Tentang mereka yang kecewa, kami tahu itu akan terjadi. Tapi keberanian yang menyebabkan itu… Saya yakin ini akan memajukan bola untuk proses perdamaian,” katanya.

Ketika pewawancara CNN berulang kali menanyakan bagaimana perubahan itu akan membantu upaya perdamaian, Haley mengatakan bahwa itu akan menyederhanakan perundingan.

“Sekarang mereka akan bersama memutuskan bagaimana perbatasannya, mereka akan memutuskan perbatasan dan mereka beribicara tentang bagaimana mereka ingin melihat Yerusalem ke depannya,” katanya.

“Apa yang kami katakan adalah, ‘ini bukan sesuatu yang kami izinkan terjadi di tengah proses perundingan'”.

Para kritikus perubahan kebijakan Amerika Serikat mengatakan itu akan punya efek berlawanan: sudah menjadi kebijakan lama Amerika Serikat bahwa status sensitif Yerusalem yang sangat kritis — diklaim sebagai ibu kota oleh Israel dan Palestina– harus ditetapkan pada akhir perundingan damai, bukan pada awal, demikian menurut siaran kantor berita AFP. (Red)

 

Editor: Endi

Sumber: Antara