Sah! PSSI Pastikan Kompetisi Liga 1, 2 dan 3 Dimulai Oktober 2020

0
14

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam Konferensi Pers terkait kelanjutan kompetisi 2020, di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta Pusat, 28 Juni 2020. (WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM)

Sport, BogorUpdate.com
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memutuskan kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 dimulai kembali pada Oktober 2020 dan berakhir awal tahun 2021 melalui Surat Keputusan SKEP/48/III/2020 Dalam Keadaan Luar Biasa.

Sebelumnya, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dihentikan pada 27 Maret 2020 terkait adanya pandemi virus corona (Covid-19) karena keadaan force majeure.

PSSI resmi memutuskan kompetisi Liga 1 bakal dilanjutkan lagi dengan harapan bisa dilaksanakan tepat pada 1 Oktober 2020.

Harapannya, kompetisi bisa berakhir pada awal tahun 2021, tepatnya Januari atau Februari.

“Pasti ganti tahun, bergeser ke awal tahun depan,” ucap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, di Kantor PSSI, Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2020), dilansir dari BolaSport.com.

“Oktober tanggal 1 mudah-mudahan bisa bergulir dan ada loncatan ke tahun 2021, antara Januari atau Februari. Sebelum Maret diharapkan sudah selesai,” katanya.

Dengan dilanjutkannya Liga 1 dan Liga 2, diharapkan Indonesia sudah beradaptasi dan belajar dari kondisi new normal untuk menjaga kesehatan lewat kampanye sepak bola dengan baik.

“Kita perlu melakukan kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi ‘New Normal’ dengan menjalankan protokol kesehatan. Kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik bagi dunia luar,” ucapnya.

Selain itu, bergulirnya kembali kompetisi juga dimaksudkan untuk kepentingan timnas U-19 yang dipersiapkan buat Piala Dunia U-20 2021.

“Saat mereka tidak menjalankan training centre (TC), para pemain bisa berkompetisi di klub masing-masing, baik Liga 1 dan Liga 2, karena pada umumnya mereka sudah milik klub,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule ini, kalaupun berlangsung TC, umumnya pemain yang dipanggil hanya 23-30 orang, sedangkan pemain yang tidak terpanggil tetap terasah lewat kompetisi di klub mereka.

Menurutnya, kompetisi dan tim nasional tidak bisa dipisahkan.

Pasalnya, kualitas sebuah tim nasional dilihat juga dari bagaimana federasi sepak bola di satu negara mengelola kompetisinya, baik itu amatir ataupun profesional.

Meski kompetisi dilanjutkan, penyelenggara tetap akan mematuhi protokol kesehatan, dan itu yang selalu diingatkan oleh pemerintah.

“Apalagi pemerintah menyarankan kita hidup berdampingan dengan Covid-19 dan produktif dalam kegiatan ekonomi diiringi protokol kesehatan ketat,” tuturnya.

 

 

 

 

(Bolasport.com/end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here