GERAKAN TANAM KOMODITAS PANGAN LOKAL ALTERNATIF DI TENGAH PANDEMI COVID-19

0
24
Ir. Siti Nurianty, MM
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kab.Bogor

DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA, DAN PERKEBUNAN KABUPATEN BOGOR – Saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi pandemi global covid-19, tak terkecuali Kabupaten Bogor. Pandemi ini mengancam sendi-sendi sosial ekonomi masyarakat, antara lain peningkatan angka kemiskinan yang mengakibatkan rendahnya daya beli masyarakat dan terjadi penurunan harga-harga barang termasuk harga bahan pangan. Penurunan harga bahan pangan akan berdampak terhadap lesunya aktivitas produksi usahatani, dan memicu kurangnya produksi pangan. Oleh karena itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor berkomitmen untuk mengatasi penurunan produksi pangan melalui berbagai kebijakan yang responsif maupun antisipatif.

Implementasi kebijakan yang dilakukan Distanhorbun Kabupaten Bogor sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Menjaga Ketahanan Pangan Nasional dan surat edaran Menteri Pertanian RI Nomor 52/KN.120/M/3/2020 tentang Ketersediaan Bahan Pokok. Distanhorbun Kabupaten Bogor telah mengadakan gerakan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan lainnya yang belum dimanfaatkan dan menginstruksikan agar para penyuluh pertanian dapat berperan aktif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendampingi petani guna mendorong peningkatan hasil produksi. Berdasarkan surat Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Nomor 520/1417-Luh Tanggal 27 Mei 2020 tentang Gerakan Ketahanan Pangan, agar para Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) mempelopori gerakan ketahanan pangan ini melalui penambahan luas areal tanam dengan pola swadaya atau mandiri untuk penanaman tanaman sumber karbohidrat selain padi seperti talas, ubi jalar, ubi kayu, jagung, dan pisang pada lahan pekarangan atau lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Gerakan tanam yang dilakukan oleh PPS tersebut selanjutnya akan dikembangkan menjadi gerakan tanam ditingkat petani.

Pengembangan aneka komoditas pangan lokal sebagai pangan alternatif akibat dampak pandemi covid-19 merupakan tindak lanjut Distanhorbun Kabupaten Bogor dalam mendukung kebijakan Kementerian Pertanian RI yaitu mengamankan kebutuhan pangan masyarakat. Strategi pengembangan pangan lokal berdasarkan aspek demand dapat melalui sosialisasi untuk membiasakan masyarakat mengkonsumsi pangan lokal, sedangkan pada aspek supply dilakukan melalui upaya identifikasi berdasarkan potensi wilayah. Gerakan tanam komoditas pangan lokal alternatif selain padi ditingkat petani didukung oleh Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian. Melalui program ini, Distanhorbun Kabupaten Bogor memfasilitasi berbagai sarana pertanian seperti traktor, kultivator, pompa air, handsprayer, pupuk hingga bibit tanaman. Adapun komoditas pangan lokal alternatif yang dikembangkan antara lain talas, ubi jalar, ubi kayu, jagung, dan pisang. Aksi gerakan tanam secara swadaya terhadap hasil produksi komoditas talas di Kabupaten Bogor ini diharapkan akan lebih dari 8.961 ton (Gambar 1).

Gerakan Tanam Komoditas Talas

Sedangkan hasil produksi komoditas ubi jalar diharapkan akan lebih dari 45.139 ton (Gambar 2).

Gerakan Tanam Komoditas Ubi Jalar

Untuk hasil produksi komoditas ubi kayu diharapkan akan lebih dari 82.768 ton (Gambar 3).

Gerakan Tanam Komoditas Ubi Kayu

Adapun capaian hasil produksi untuk komoditas jagung diharapkan akan melebihi 2.576 ton sedangkan hasil produksi untuk komoditas pisang lebih dari 29.417 ton.

Gerakan Tanam Komoditas Pisang

Strategi kebijakan yang dilakukan oleh Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor beserta jajarannya tersebut diharapkan mampu membangkitkan semangat para petani dalam menghadapi krisis pandemi covid-19 dan sektor pertanian di Kabupaten Bogor tetap berjalan sesuai yang diharapkan. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here