Hari Pertama Libur Panjang, Menhub Pantau Tol Cikampek Via Helikopter

0
15

Cikampek, BogorUpdate.com
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan pantauan kondisi lalu lintas di Tol Cikampek dengan menggunakan Helikopter.

Dalam pantauan tersebut, Menhub menemukan adanya kepadatan kendaraan di KM 47 A dan rest area KM 57 Tol Jakarta arah Cikampek.

“Kami bersama tim Korlantas Polri, Bina Marga, Jasa Marga, memutuskan untuk diterapkan contraflow di KM 47. Ini salah satu cara yang sangat baik dan saya apresiasi langkah Jasa Marga, Bina Marga, dan POLRI,” kata Menhub Budi Karya dalam keterangannya, Rabu (28/10/20).

Menurutnya, rekayasa Contraflow diberlakukan mulai hari Rabu (28/10/20) hari ini dari KM 47A hingga KM 61 jam 08.45 ke arah timur, dan saat ini sedang dilaksanakan perambuan.

Dengan pemberlakukan contra flow, diharapkan kepadatan mulai mencair di titik tersebut

Budi juga menyebutkan, titik kemacetan juga kerap terjadi di rest area KM 57. Saat ini, rest area KM 57 ditutup untuk mengurai kepadatan.

“Kami menyarankan agar masyarakat tidak mampir terlalu lama di rest area,” imbau Menhub.

Sementara, dari pantauan udara tersebut, di Tol Cipali masih terpantau lancar, karena waktu keberangkatan terbagi pada hari selanjutnya.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan terkait kepadatan arus balik ke arah Jakarta diprediksi terjadi pada Minggu (1/11/20). Ia mengimbau, masyarakat yang bepergian agar mengatur kepulangan sebelum hari Minggu tersebut.

“Saya sarankan yang bisa pulang terlebih dahulu bisa pulang agar tidak macet,” imbau Menhub.

Menjelang Libur Panjang Akhir Oktober ini Kemenhub sendiri, sambungnya, telah melakukan sejumlah upaya antisipasi adanya kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan. Antisipasi dilakukan, agar tidak terjadi kembali peningkatan laju penularan Covid-19.

Kemenhub sendiri, telah memetakan 3 titik yang diprediksi akan mengalami kepadatan yaitu di Tol Arah ke Timur, Penyeberangan Merak-Bakauheni, dan di Bandara.

“Sata mengimbau agar masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan agar jangan bertumpu di satu hari yaitu pada tanggal 28 Oktober 2020, yang diprediksi menjadi puncak arus kendaraan untuk mencegah kepadatan yang berpotensi rawan terjadi penularan,” jelasnya.

Selain itu, orang nomor satu di Menteri Perhubungan itu meminta, kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi untuk kebaikan bersama.

“Dalam persoalan ini Kemenhub akan melakukan pengecekan secara acak di simpul-simpul transportasi seperti terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara untuk memastikan protokol kesehatan telah diterapkan dengan baik,” pungkasnya.

Dalam pantauannya, Menhub didampingi oleh Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Polana B. Pramesti, dan Dirjen Bina Marga KemenPUPR Hedy Rahardian.

 

 

 

 

 

(Rul/Gun/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here