Dua Perempuan Indonesia Ini Terpilih Ikuti Program Google for Startups

0
7

Teknologi, BogorUpdate.com
Pekan ini Google meluncurkan Immersion: Women Founders, sebuah program bimbingan pengembangan keterampilan selama delapan minggu bagi startup-startup berpotensi tinggi yang diseleksi dari komunitas startup Asia-Pasifik. Dua dari Tujuh peserta terpilih berasal dari Indonesia, yaitu Sonja Johar dari Halosis dan Afia Fitriati dari Gadjian.

Membantu bisnis kecil, terutama milik sesama pengusaha wanita, adalah motivasi bagi Sonja Johar, salah satu pendiri Halosis, yang menyediakan layanan chatbot untuk membantu penjual di media sosial menjual produk mereka dengan lebih efisien.

“Di Indonesia, ada jutaan perempuan yang perlu pekerjaan dan ingin berkontribusi secara finansial bagi keluarga mereka…kalau saja saya bisa menyediakan solusi yang mudah dan terjangkau bagi mereka, saya bisa mengubah masa depan mereka.”

Sonja adalah salah satu dari banyak pendiri usaha perempuan di Asia-Pasifik yang mengejar ide-ide besar. Di mana-mana, para pendiri usaha merasakan keadaan yang sulit karena dampak dari Covid-19, namun keadaannya bahkan lebih sulit bagi perempuan, yang umumnya lebih berperan dalam mengurus keluarga.

Sebagai seorang perempuan yang juga bekerja, Sonja lebih termotivasi lagi untuk membantu para pengusaha perempuan karena ia tahu betapa sulitnya menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.

Dampak positifnya bagi ekonomi lokal menjadi berlipat ganda. Di tahun 2019, ada lebih dari 20 unicorn yang didirikan oleh perempuan. Meskipun demikian, perempuan masih sangat kurang terwakili di dalam ekosistem startup. Misalnya, di Korea, jumlah pendiri startup perempuan hanya 9%.

Pada program Immersion: Women Founders, startup yang terpilih akan bermitra dengan mentor Google yang berpengalaman untuk membantu mereka mengatasi tantangan dalam mengembangkan bisnis; baik memperluas basis pelanggan, menumbuhkan pendapatan, atau membuat persiapan untuk penggalangan dana.

Selain Sonja, dari Indonesia juga ada Afia Fitriati, pendiri Gadjian, bisnis yang bertujuan untuk mengubah manajemen sumber daya manusia untuk UKM Indonesia dengan menyediakan platform untuk mengotomatisasi pekerjaan HR dan admin yang manual dan berulang-ulang.

Dari negara-negara lain, dalam kelompok ini juga ada:

Hanna Kim, Grip (Korea): Sebuah platform e-commerce live-streaming di Korea yang mengubah cara orang menjual dan membeli produk

Jungeun Lee, Mabo (Korea): Sebuah pionir aplikasi meditasi mindfulness di Korea yang menciptakan ruang aplikasi seluler aman di mana penggunanya tak hanya dapat melakukan meditasi mindfulness sendiri, melainkan juga bisa bergabung dalam komunitas

Khushboo Aggarwal, Zyla (India): Sebuah platform pengelolaan perawatan penyakit kronis digital yang memberikan perawatan real-time dan dipersonalisasi demi menyelamatkan nyawa pasien penyakit kronis

Kyoko Otawa, Latona (Japan): Menawarkan edge computing untuk kebutuhan manufaktur dan ritel tanpa pramuniaga (unmanned retail) untuk otomatisasi dan penghematan biaya

Machi Takahashi, Stroly (Japan): Stroly adalah sebuah platform online untuk peta berilustrasi sehingga orang bisa menikmati suasana di berbagai tempat melalui ilustrasi lokal.

 

 

 

 

 

(Selular.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here