Toyota Fortuner facelift Besok Meluncur, Yuk Intip Keistimewaanya

0
18

Otomotif, BogorUpdate.com
Empat bulan setelah debut di Thailand, kini saatnya Toyota Fortuner facelift menyapa Indonesia. Kamis, 15 Oktober 2020 adalah hari besarnya. Seperti diketahui, Fortuner telah menjalani operasi plastik dan penyempurnaan kemampuan. Namun apa saja yang bisa diekspektasikan ketika ia mengaspal di Tanah Air?

Ubahan Rancangan Luar
Satu hal pasti adalah ubahan tampilan eksterior. Revisi pada line up standar di Thailand dapat dijadikan acuan. Fasad depan jadi bagian diferensiasi paling kentara, memainkan banyak ornamen hitam. Memberikan imaji bukaan rongga udara berlimpah. Grille membesar dan sedikit menjorok ke bawah. Lalu, bingkai foglamp juga ikutan bengkak, mendominasi pipi bak intake gahar. Semua digarisbawahi elemen skid plate demi pertahankan kesan tangguh.

Menyesuaikan rancangan bumper, outline lampu pun disederhanakan. Kemudian dilengkapi pemanis menyerupai alis sebagai bagian transisi dari grille. Tampil kekinian, di dalamnya tersemat penerangan utama Bi Beam LED berikut lampu siang. Ekspektasikan unit LED anyar ini menjadi standar di seluruh varian.

Desain keseluruhan tentu bertahan lantaran sebatas facelift. Profil jendela samping belakang dengan garis dinamis pasti masih ditemui. Kalau ada revisi, paling berupa penempatan decal atau ornamen spesifik trim tertentu. Di buritan, dapat dipastikan lampu kombinasi berisi visual LED anyar mejeng menyegarkan penampilan sang SUV ladder frame Toyota.

Lungsuran Fitur Kabin
Tata letak dan layout kabin bertahan tanpa ada penggantian dasbor. Strateginya boleh jadi melungsurkan fitur ke trim di bawahnya. Sementara varian atas dibekali kelengkapan ekstra. Misal pada head unit. Toyota punya gimik sistem multimedia berkemampuan NFC di Corolla Cross. Bukan barang mahal atau sulit diadaptasi ke mobil lain. Boleh jadi itu masuk dalam daftar salah satu varian tertinggi. Sementara lainnya belum.

Pada dasarnya, Fortuner dapat dibilang sudah dibekali fitur yang komplet. Misal automatic climate control mengisi kelengkapan standar seluruh varian. Juga audio steering switch. Yang belum menjadi basic adalah kemudahan smart entry dan jok elektrik. Entah keduanya bakal dilungsurkan ke tipe G atau tidak. Kemungkinan besar tidak, lantaran menjadi penegas kemewahan selain material bangku.

Standardisasi Keselamatan Tinggi
Tentu akan lebih baik bila Toyota meningkatkan prioritas keselamatan ketimbang penambahan fitur kabin. Jangan dulu jauh-jauh mengharap Toyota Safety Sense (TSS). Fortuner yang notabene bertubuh jangkung, belum tersemat kontrol stabilitas elektronik sebagai standar di model berjalan. Hatchback tanpa stability control saja bisa hilang kendali saat menghindar di kecepatan tinggi, apalagi SUV. Resep malapetaka. Selain selip, berpotensi terguling pula. Jelas turut membahayakan pengguna jalan lain.

Untuk itu, besar harapan kontrol stabilitas eksis di seluruh trim. Berkaca pada saudara seplatform Hilux, ia memiliki set komplet pada pengembangan terakhir. Adalah Vehicle Stability Control (VSC), Automatic Traction Control (A-TRC), Hill Start Assist, sampai Trailer Sway Control. Akankah semua mengisi garda keselamatan dari tipe G? boleh jadi.

Ya, Toyota memang punya paket keselamatan aktif Toyota Safety Sense. Di antaranya pre-collision system, active cruise control, dan bantuan kendali di satu jalur. Canggih tapi mungkin belum saatnya mengisi kapabilitas Fortuner di Tanah Air. Pun sudah diakui eksistensi TSS masih menjadi bagian studi. Juga bukan barang ‘murah’. Seperti dipaparkan Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, pada peluncuran Corolla Cross. “Sejujurnya TSS masih kami studi. Kebutuhannya di Indonesia seperti apa? Kami sudah bawa itu di Alphard dan Corolla sedan. Soalnya TSS itu canggih, tapi ada value-nya,” jelas Anton.

Tanpa Peningkatan Performa Memacu
Di luaran sana, Fortuner dan Hilux kebagian revisi output pada varian bermesin turbo diesel 2,8 liter 1GD-FTV. Kita tidak kebagian, jadi harus puas dengan dua seleksi mesin saj tanpa penguatan kemampuan. Pilihan diesel diwakili oleh enjin turbo diesel 2,4 liter 2GD-FTV dengan output 149 PS/400 Nm. Sementara tipe bensin menggendong mesin empat silinder 2,7 liter 2TR-FE yang sanggup gelontorkan 163PS/242 Nm.

Revisi mekanikal yang mungkin terjadi adalah pemanfaatan Variable Flow Control (VFC) Power Steering. Merupakan bagian baru dari Fortuner di Thailand. VFC sendiri berfungsi mengatur bobot putar roda kemudi tergantung kecepatan. Bakal semakin berat seiring bertambahnya velositas, berfungsi menjaga kestabilan pengendalian.

 

 

 

 

 

(Otosia.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here