Terkait Pembiaran Tumpukan Sampah di Cibatok Satu, GERAM Ancam Blokade Jalan

Cibungbulang – Bogor Update

Menumpuknya sampah yang mengganggu aktivitas masyarakat saat melintasi jalan kabupaten di Kampung Babakan, Desa Cibatok Satu, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Mendapat kecaman dari Gerakan Masyarakat (GERAM) koordinat Cibungbulang terkait kinerja pemerintah desa Cibatok Satu.

Curah hujan yang semakin tinggi, dan menumpuknya sampah seperti sayuran busuk, plasti bekas, nasi, hingga popok bayi dsb. Mengakibatkan bak sampah yang kian menumpuk terdapat lalat, ulat dan lainnya. Sehingga bau busuknya menggangu aktivitas dan kesehatan masyarakat yang melintasinya. Hal itu disampaikan, ikhsan firdaus ketua bidang lingkungan hidup GERAM dalam penyampainnya kepada bogorupdate.com, Rabu (16/11/17) Siang.

“Bak sampah diatas sungai, kemudian sampah menumpuk tak diurusi. Sebagian sampah berjatuhan ke sungai dan Kepermukaan jalan, ini sangat mengganggu masyarakat. Bau busuk semakin tercium yang berpotensi penyakit,” kesalnya.

Ia menambahkan, bak sampah diatas sungai sudah jelas melanggar aturan tentang UU sungai, juga ketidakberesan pemerintah desa Cibatok Satu dalam mengelola hal tersebut sangat tepat jika masyarakat mempertanyakan.

“Curah hujan yang sangat tinggi yang mengakibatkan lembab kemudian bau. Kami mendesak apabila tidak ada perbaikan dan pengangkutan sampah di beberpa titik di Cibatok Satu khususnya, umumnya se kecamatan Cibungbulang, maka kami akan gelar aksi memblokade jalan,” ancamnya.

Masih kata Ikhsan, dirinya sangat kecewa dengan kinerja pihak Desa dan juga dinas kebersihan akan tumpukan sampah tersebut. Menurutnya warga sudah dipungut biaya sebesar Rp15ribu per rumah tangga untuk kebersihan dan uang sampah. ” Setau saya warga dipungut biaya Rp15 ribu per KK untuk uang kebersihan sampah, tapi kenapa sampah dibiarkan menumpuk begitu saja, ” kesalnya.

Selain itu, rohadi (35) masyarakat yang dimintai keterangan. Ia sangat prihatin apabila sampah tidak ada pengangkutan. Karena menurut dia anggaran desa sangat fantastis.

“Katanya anggaran desa sangat besar kalau kita tonton di televisi yang dikatakan oleh pak presiden, tapi kok kayaknya gak ada yang dirasakan ya?”,Tutupnya. (EFT/G/H)

 

 

Editor: Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *