Program Musrenbang Harus Sesuai Kebutuhan Warga

Kota Bogor – Bogor Update

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) adalah momentum untuk menguji konsistensi. Seberapa bisa di tingkat Kelurahan, Kecamatan menjalankan konsistensi dan menjalankan apa yang sudah direncanakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan warga.

“Itu esensi utamanya,” ujarnya saat membuka kegiatan Musrenbang Kecamatan Bogor Utara di gedung PGRI, jalan Pangeran Asogiri, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (24/01/18).

Menurut Bima, konsistensi itu untuk menyambungkan antara visi misi, RPJMD, program prioritas dan program yang akan dilaksanakan. Konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memadukan, menyambungkan dan menghubungkan antara yang di desain secara top down dan apa yang muncul di lapangan.

“Bisa dari aspirasi warga atau yang ditangkap oleh anggota DPRD melalui haknya untuk mendeteksi warga. Nah disitu sebetulnya esensi dari Musrenbang ini,” sebut Bima.

Pada hakekatnya ada tiga jenis kegiatan yang disepakati pada Musrenbang ini. Masing-masing kegiatan itu menentukan apakah Musrenbang ini nyambung atau tidak dengan visi misi, RPJMD dan program prioritas Pemkot Bogor.

“Tiga jenis kegiatan itu antara lain, kegiatan yang dibutuhkan warga. Warga butuh dan perlu tetapi apakah mendesak ? Tidak juga. Yang kedua, sangat-sangat butuh, artinya apabila tidak direalisasikan akan berdampak pada hajat hidup warga bahkan mungkin mengancam jiwa dan raga warga. Kemudian yang ketiga yakni kegiatan-kegiatan yang tidak terbayangkan kalau itu tidak dilakukan bisa mendatangkan atau menghasilkan manfaat keuntungan yang berlipat-lipat di masa depan,” paparnya.

Dia berharap jangan sampai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) digelontorkan dengan porsi banyak untuk hal-hal yang sebetulnya tidak mendesak atau dibutuhkan dan tidak berdimensi jangka panjang.

“Jadi jika hak itu dilakukan kedepan Kota Bogor akan keluar dari jebakan masalah tadi. Anggaran dikeluarkan tidak untuk mengatasi masalah, tetapi anggaran dialokasikan untuk mengembangkan potensi yang ada,” pungkasnya. (Rie)

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *