MINIM PEMINAT, PROGRAM ASURANSI PETANI DI JONGGOL TAK MAKSIMAL

Jonggol – Bogor Update

Minimnya minat kelompok tani (Poktan) di Wilayah pertanian Jonggol-Sukamamur, memicu ketidak maksimalannya program asuransi tanaman pada petani. Pasalnya, dari jumlah 200 kelompok tani yang ada, hanya segelintir Poktan yang sudah mendaftarkan diri.

“Kami terus lakukan sosialisasi. Hasilnya belum maksimal, hanya 4 Poktan yang sudah ikut. Namun karena
Interisti berupaya lebih maksimal agar para petani mengikuti program ini,” tukas Kepala UPT Pengembangan Teknologi dan Peredaran Hasil (PTPH) XV Wilayah Jonggol, Ahmad SP, kepada bogorupdate.com, Kamis (21/12/2017).

Menurutnya, pentingnya asuransi adalah sebagai upaya antisipasi besarnya kerugian petani saat terjadi Fuso.
“Karena terdaftar asuransi Jasindo. Para korban Fuso akan mendapat ganti kerugian ,” ucapnya.

Perhitungan pergantian rugi pada petani yang mengalami gagal panen adalah enam juta per hektar.

“Dengan mengikuti asuransi. Minimal, para petani terjamin untuk melakukan tanam kembali usah Sahal panen” ucap.
Ganti rugi bisa didapat jika petani sudah terdaftar sebagai peserta asuransi.

Selanjutnya petani membayar premi atau iuran sebesar Rp36.000 per hektar per satu musim tanam per orang. Hal itu dibayarkan setelah disubsidi diberikan pemerintah sebesar Rp144.000 dari yang seharusnya sebesar Rp180.000.

Adapun jangka waktu pertanggungan dari mulai tanam hingga perkiraan panen. Asuransi digunakan apabila terjadi gagal panen akibat risiko banjir, kekeringan, serangan organisasi perusak tanaman.

“Dengan intensitas kerusakan mencapai kurang lebih 75% dan luas kerusakan mencapai kurang lebih 75% pada setiap luas petak alami,l.

“Jika seperti itu, petani akan mendapat ganti rugi sebesar Rp. 6.000.000 per hektar,” tukasnya. (SEP)

 

Editor: Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *