Oknum Kepsek SMKS Di Cigombong Diduga Mesum Disaat Corona Melanda

0
272

Foto mobil SS terparkir di depan hotel

Cigombong, BogorUpdate.com
Oknum kepala sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor diduga nekat berbuat mesum disaat Covid-19 melanda hampir seluruh penjuru dunia tak terkecuali Indonesia.

SS (inisial) sang oknum kepsek tersebut dari informasi yang diterima redaksi, menyebutkan jika SS membawa gadis muda masuk ke dalam salahsatu kamar hotel daerah Cicurug Sukabumi, pada Sabtu (12/12/20) malam sekira pukul 20.35 Wib.

“Kronologisnya, kebetulan kita sedang nongkrong tak jauh dari hotel itu. Turun dari mobil Toyota Avanza Silver dengan Nopol F 13xx DD sepasang lain jenis beda usia. Mereka langsung memesan kamar hotel,” ujar AD biasa dipanggil, yang juga seorang wartawan itu kepada bogorupdate.com, Minggu (13/12/20).

AD mengungkapkan, dirinya tidak sendiri namun bersama rekan nya yang tinggal di Cigombong saat itu. Menurut AD, rekan nya itu seperti mengenal pria dimaksud. AD pun bersama rekan nya itu menunggu sepasang lain jenis tersebut keluar hotel. “Sekitar pukul 21.50 Wib, mereka keluar kamar hotel. Supaya tidak penasaran saya bersama rekan memantau perjalanan kedua insan itu,” ungkap AD.

“Wanita itu diturunkan di daerah Cimelati Cicurug, Sukabumi. Ketika kita konfirmasi dia mengaku bernama IC (inisial). Bahkan saat diwawancarai IC merasa ketakutan bila ada orang lain yang tau perbuatannya. IC pun mengaku baru mengenal SS,” ungkap AD menambahkan.

Kemudian AD menyebutkan jika pria yang bersama IC itu benar yang dikenal rekan nya. “Rekan saya menyebutkan jika pria itu adalah seorang kepsek SMK Swasta sekaligus ketua Yayasan di Kecamatan Cigombong,” jelas AD.

Terpisah, SS saat dikonfirmasi mengaku benar bersama IC masuk ke dalam kamar. Namun, SS membantah berbuat hal negatif ketika ditanya dalam rangka apa seorang Kepsek yang harusnya jadi panutan berdua-duaan di dalam kamar.

“Saya masih punya iman pak dan punya anak istri, silahkan bapak suruh menghadap kembali yang nama nya Ica yang saya tolong. Saya tau ya tatakrama, maaf,” ujar SS melalui pesan WhatsApp kepada Bogorupdate.com, Minggu (13/12/20) malam.

Ketika disinggung apakah benar mengantarkan IC pulang, SS pun mengakuinya. “Ya saya antein sampe gang mesjid, sekalian lewat dan saya belum isya waktu itu,” tukasnya.

Terkait hal ini, Bidang advokasi dan hukum Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP), Yudha Prawira mengaku aneh atas kisah SS dan IC. Menurutnya jika niat menolong kenapa harus masuk kamar hotel.

“Jika SS niatnya mau nolong IC, gak harus masuk kamar hotel juga kali. Kan bisa ditempat umum sambil makan atau di transfer. Inimah dugaan saya ada sesuatu apalagi sampe satu jam lebih berduaan di kamar,” ujar Yudha, Minggu (13/12/20) malam.

Yudha dengan tegas meminta agar hal ini dikonfirmasikan ke dinas terkait. Menurutnya SS harus dipanggil karena ini masih pandemi Covid-19, dan hotel tersebut juga harus di kroscek Penegak Perda yaitu Satpol PP setempat terkait izin dan sebagainya.

“Baiknya rekan-rekan media konfirmasikan masalah ini ke dinas pendidikan atau KCD setempat. SS itu kan seorang kepsek, mau apapun alasannya berduaan di dalam kamar bersama wanita bukan muhrimnya sangatlah tidak pantas. Lanjutkan saja diungkap agar ada efek jera. Apalagi ini masa corona, masa kepsek mengajarkan hal buruk. Penegak perda juga nanti biar memeriksa hotel itu apakah bebas keluar masuk tanpa identitas atau memang cuma tempat esek-esek saja,” pungkasnya. (bu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here