Napi Kasus Korupsi di Lapas Pondok Rajeg Bebas Berkeliaran

Foto ilustrasi Napi korupsi

Polhukam – Bogor Update

Terpidana kasus korupsi pembangunan Dermaga di Flores Timur dan Alor, Slamet Maryoto yang telah di divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tinggi Kupang, Nusa Tenggara Timur 2016 silam, menuai kontroversi. Pasalnya, meski, terpidana kasus korupsi yang sempat jadi buronan kejaksaan tinggi NTT, lalu ditangkap di Bogor sekitar bulan januari tahun 2016 lalu karena merugikan negara hingga Rp11 Miliar dari nilai proyek Rp42 miliar rupiah itu, kini terlihat asik dengan bebas keluar masuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Rajeg klas IIa, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, dimana Slamet Maryoto yang kerap disapa Slamet itu setiap hari dengan tenangnya keluar masuk Rutan Pondok Rajeg klas IIa Kecamatan Cibinong tersebut bersama Penjaga Tahanan Lapas (Sipir) beserta tahanan dengan kasus lainnya. Selain itu, hasil pantauan selama beberapa hari Terpidana itu kerap kali keluar masuk menggunakan mobil Toyota Avanza hitam, salahsatunya pada, kamis (9/11/17) disekitaran wilayah kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor dengan membeli sebuah selang kompresor untuk steam. Adapun, aktifitas lainnya bila terpidana yang divonis 2 tahun kurungan penjara itu diduga kerap pulang kerumahnya, melakukan aktifitas pijat refleksi serta mengunjungi rumah berkaraoke pada malam tiba berdua bersama sipir tersebut.

Dimana saat dikonfirmasi pun, Slamet Maryoto alias Slamet sedang asyik berkendara menggunakan sepeda motor seorang diri tanpa pengawalan dari penjaga Lapas Pondok Rajeg tersebut, jenis honda Vario Techno putih hitam dengan nomor polisi (Nopol) F54XXCM.

“Ia memang benar, mau gimana lagi saya sudah ketahuan seperti ini oleh awak media. Ini saya sedang mengambil pakaian yang baru selesai di Loundry mas,” kata slamet kepada Bogorupdate.com, kamis (09/11/17).

Bahkan, pria berpostur tinggi tegap dengan status masih terpidana yang telah dipindahkan ke Lapas Pondok Rajeg sekitar bulan januari lalu mengaku bila dirinya memang sangat leluasa keluar masuk rutan tersebut meski tanpa pengawalan dari petugas lapas.

“Iya memang sering saya keluar mas, tapi tolong dibantu jangan sampai diberitakan apalagi diramaikan bisa-bisa masa tahanan saya ditambah,” ungkapnya.

Tepisah saat ibu dari terpidana Korupsi tersebut dikonfirmasi, dirinya mengaku jika dirinya sudah menghubungi kalapas terkait surat ijin keluar untu bekerja di kebun atau dalam binaan lapas pondok rajeg adalah resmi atau sah sudah mengantongi ijin.

Sementara saat disinggung apakah keluar makan siang, meng Loundry pakayan, jalan-jalan dimalam hari itu juga ada ijin, orangtua dari terpidana kasus korupsi itu tidak mengetahui apakah sejauh itu ijinnya.

“Kalau kaitan anak saya itu dibilang suka ketempat ke Laundry dengan seorang diri tanpa pengawalan dari petugas lapas, tidak tahu apakah ijinnya sampai sejauh itu mas,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) kelas IIa, Pondok Rajeg, Cibinong, Anak Agung Gede Krisna merasa kaget dengan adanya informasi tersebut. Pasalnya, terkait ijin yang diberikan terhadap Terpidana itu hanya sebatas berkebun bersama napi lainnya dengan dikawal penjaga lapas.

“Sebenarnya terpidana itu sedang dalam tahap asimilasi atau disebut napi dalam tahap pembinaan. Jadi sah-sah saja bila dia itu keluar lapas untuk melakukan aktivitas peternakan terpadu sapi dengan pengawalan dari petugas kami dilapas,” ujarnya.

Namun dirinya berjanji, bila pihaknya akan melakukan pengecekan guna mencari kebenaran tentang informasi kegiatan terpidana kasus korupsi itu yang leluasa keluar masuk lapas tanpa adanya pengawalan dari petugas sipir.

“Asimilasi itu tidak sampai keluar tanpa adanya pendampingan dari petugas pengawal. Semua terpantau, jadi nanti saya coba cek kebenaran dan melakukan penyelidikan perihal persoalan ini pak. Dan tentunya kami akan periksa juga sejauh mana tingkat kesalahannya dari Napi tersebut,” tutupnya. (EFT)

 

 

Editor: Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *