Menag dan Kemenkes Siapkan Vaksin Johnson dan Johnson untuk Jamaah Haji

0
40

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan keterangan pers. (Foto/PMJNews).

Nasional, BogorUpdate.com
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berusaha mendapatkan salah satu dari empat vaksin yang disyaratkan untuk jamaah haji. Vaksin tersebut adalah Johnson and Johnson.

Johnson dan Johnson dipilih karena penyuntikan hanya membutuhkan satu dosis tidak seperti tiga vaksin lainnya seperti AstraZeneca, Moderna dan Pfizer yang penyuntikannya membutuhkan dua dosis pada waktu tertentu.

“Johnson dan Johnson diusahakan, karena tiga vaksin yang lain agak sulit secara teknis dan hanya sekali tembak. Kita bersama Kemenkes sudah mendapat komitmen agar mendapatkan vaksin untuk jamaah haji,” ungkap Menag saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (31/05/21).

Pada rapat kerja tersebut, Menag Yaqut pemerintah kerajaan Arab Saudi hingga saat ini belum memberikan kepastian pelaksanaan ibadah haji 1442 Hijriah.

“Pelaksanaan ibadah haji pada 14 Juli 2021, tinggal tersisa 1,5 bulan. Berbagai persiapan dalam negeri meskipun sudah disiapkan beberapa waktu lalu, belum namun bisa difinalisasi,” jelasnya.

Berdasarkan skenario krisis jamaah haji indonesia untuk kuota haji reguler pat tenggat waktu maksimal mempersembahkan kuota pada 28 Mei 2021, yakni sebanyak 1,8 persen atau 3.660 dengan 12 kloter untuk pemberangkatan pada 13 Juli 2021.

Skema kuota 1,8 persen dari kuota normal 221.000 mengacu pada informasi mengenai kemungkinan besar kuota haji untuk jamaah dari luar Saudi 45.000 dari jumlah normal yaitu 2,6 juta yang berasal dari Arab Saudi dan luar Arab Saudi. (bu/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here