IPB University Bersama LAPAN dan KLHK Gelar Workshop Riset Industri 4.0

0
102

Teknologi, BogorUpdate.com
Peneliti dari IPB University, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan United Nation Development Program (UNDP) gelar Workshop dan Pelatihan Pemantauan Tutupan Lahan Berbasis Data Devegetasi Ecosystem, Selasa-Rabu (15-16/6/21).

Kegiatan ini menghadirkan Dr Orbita Roswintiarti, MSc (Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN), Dr Belinda Arunarwati Margono, (Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan KLHK) dan Dr Ernan Rustiadi (Kepala Lembaga Penellitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat/LPPM IPB University).

Menurut Dr Ernan, IPB University dengan dukungan UNDP telah menghasilkan produk aplikatif riset berupa webGIS EcoSystem dan aplikasi android INA-Alert. WebGIS Ecosystem ini adalah metode dan prosedur yang dapat menutupan lahan. Sistem ini didukung aplikasi berbasis android INA-Alert yang membantu memvalidasi dan memverifikasi data yang ditampilkan WebGIS.

“Keberadaan WebGIS dan aplikasi dalam satu platform diharapkan membantu para pihak pada bidang perencanaan dan pengendalian sektor pertanian, kehutanan dan tutupan lahan di tingkat kementerian pusat dan pemerintah daerah,” ujar Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan ini.

Menurutnya, aplikatif riset yang dikembangkan Divisi Analisis Lingkungan dan Geospasial Modeling, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University ini tergabung dalam payung riset Agromaritim 4.0.

“EcoSystem adalah solusi berbasis pilar Industri 4.0 yang memanfaatkan penginderaan jarak jauh dan drone. Sistem ini dapat menyatukan kondisi lingkungan dan pertanian secara cepat, tepat dan akurat dengan dukungan data citra satelit terkini. IPB University memberikan perhatian penuh pada riset terkait isu konservasi dan degradasi lahan. Dan kami berhasil mendapat dukungan dana dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),” imbuhnya.

Harapannya hasil kajian dalam lokakarya ini, para peneliti dan pengguna dari pemerintah daerah dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan saat menggunakan EcoSystem dan Ina-Alert.

“Kami ingin menginventarisasi kebutuhan dan kualitas data yang diperlukan dalam perencanaan, pengendalian, pengendalian lahan pertanian, kehutanan dan tutupan lahan lainnya,” ujar Pakar Tata Ruang, IPB University ini.

Menurutnya, aplikasi Ecosystem merupakan aplikasi yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat karena real time seperti era industri 4.0.

“Kami berharap dengan semua riset yang ada, teknologi Ecosystem dapat terus dikembangkan dan disebarluaskan kepada banyak pihak. Saya yakin teknologi yang kita kenal saat ini merupakan aplikasi yang sangat bermanfaat. Semoga bisa digunakan oleh semua pihak, salah satunya dari pemerintah daerah yang juga hadir saat ini. Aplikasi ini memudahkan dan mendorong kegiatan pemantauan lahan. Bisa digunakan untuk kegiatan konservasi, alih fungsi lahan dan kegiatan perlindungan lain. Saya berterima kasih kepada semua pihak, kepada LAPAN dan lembaga lain yang mendukung kegiatan ini,” tutupnya.

Dalam acara ini, ragam topik bahasan yang disampaikan para narasumber di antaranya: Perubahan Tutupan Vegetasi Berbasis LS8 (Tatik Kartika, MSi – LAPAN), Perubahan Tutupan Vegetasi Berbasis MODIS (Dr Yudi Setiawan – IPB University) dan Manfaat Informasi Devegetasi bagi Tutupan Hutan (Judin Purwanto) , M.Si – KLHK) dengan moderator Prof Dr Dony Kushardono dari LAPAN.

 

 

 

 

 

(ipb/bu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here