Gus Udin Buka Suara Terkait Kasus Suap Bupati Bogor Ade Yasin, Ini Katanya

()

Cibinong, BogorUpdate.com – Saepudin Muhtar (Gus Udin) akhirnya buka suara terkait yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam .

Gus Udin yang merupakan Strategis Kabupaten Bogor ini, meminta agar seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait kasus dugaan suap Bupati Bogor kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wilayah Jawa Barat (Jabar).

“Tentunya mari sama-sama kita hormati proses hukum yang sedang berjalan, mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujar Gus Udin kepada BogorUpdate.com, Sabtu (30/4/22) malam.

“Mengenai layanan publik tetap maksimal dan program strategis tidak terganggu,” kata Gus Udin menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin resmi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor tahun 2021.

KPK menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni pemberi suap Ade Yasin, MA selaku Sekdis PUPR Kabupaten Bogor, IA selaku Kasubdit Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, dan RT selaku PPK Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Sementara itu empat penerima suap dari BPK perwakilan Jawa Barat yakni ATM sebagai Kasub Auditor IV Jawa Barat 3 Pengendali Teknis, AM, HN, dan DG sebagai pegawai BPK Jawa Barat.

“Pada kegiatan operasi tangkap tangan, tim KPK mengamankan 12 orang pada Selasa 26 April sekitar 23.00 Wib di Bandung dan Kabupaten Bogor. Namun setelah dilakukan penyidikan secara mararathon ditetapkanlah delapan tersangka,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/4/22) dini hari WIB.

Dalam OTT ini, KPK mengamankan uang senilai Rp 1, 24 Miliar dalam kegiatan selama 2 hari tersebut. Dan untuk kepentingan proses penyidikan para tersangka ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak hari ini, sampai dengan 26 Mei 2022.

Respon (2)

  1. Sungguh tidak dapat difahami, begitulah para pecinta yang mabuk dan gelap mata memandang kekasihnya. Seakan akan yang dicinta itu tidak ada kesalahan apapun. Bukanlah sinar matahari yang tidak terang benderang, akan tetapi matamu belekan. Bukanlah bupati yang keliru akan tetapi KPK memang pemburu. Begitulah seakan akan Gus (palsu) Udin berpikiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *