Generasi Ketiga Toyota Fortuner Diyakini Muncul 2022, Bakal Punya Hybrid Diesel?

0
102

Sumber foto (Oto.com)

Otomotif, BogorUpdate.com
Untuk kawasan Asia, Toyota Fortuner baru saja alami rombakan kecil. Model facelift 2020 pun menyapa beberapa negara seperti Thailand, Indonesia, India dan lainnya. Sementara itu, generasi ketiga disinyalir mendebut dunia pada 2022. Hal ini diungkap Yoshiki Konishi, Chief Engineer, Toyota Motor Corporation. Jika tahun depan melantai. Pabrikan bersiap melakukan banyak ubahan. Bahkan sang rival dari Mitsubishi Pajero Sport digadang punya mesin hybrid diesel.

Rancang bangun yang dimiliki Fortuner generasi ketiga menampilkan arsitektur Elektronic and Electric (ENE). Tentu direvisi dengan berbagai peningkatan. Pertama, medium SUV Toyota itu bakal menanggalkan sistem power steering hidrolik (model saat ini masih pakai). “Dalam waktu dekat, kami ingin memperkenalkan EPS (electric power steering). Sehingga membuat mobil lebih mudah dikendarai. Jika kami mengenalkan perangkat EPS. Kami membutuhkan perubahan besar dalam platform elektronik,” ucap Yoshiki Konishi, seperti dinukil dari Autocar India.

EPS amat berguna saat Anda memarkirkan kendaraan. Bahkan sangat mengurangi beban mengemudi di perkotaan. Setir jauh terasa ringan ketika diputar. Bakal menjadi hal menarik, melihat bagaimana Toyota menangani kalibrasinya. Terutama dibandingkan dengan unit hidraulik yang terasa langsung dari model eksis. Konishi jua membeberkan penyisipan teknologi VSC (kontrol stabilitas kendaraan) yang diatur secara elektronik ke dalam Fortuner terbaru. Walau ada varian terpasang VSC, sang suksesor diharapkan memberikan tingkat kendali lebih baik dalam melibas berbagai medan.

Pada Fortuner baru, bagian lain yang turut ditekankan ialah konektivitas. Mengomentari topik ini Konishi menyebutkan tengah dalam proses untuk menyempurnakan fitur sambungan, selangkah demi selangkah. Bahkan generasi terbaru diwacanakan memiliki beberapa item tambahan. Berhubungan dengan digitalisasi plus advanced driver assistance system (ADAS). Atau lebih kondang sebagai Toyota Safety Sense.

Misalnya untuk menambah kenyamanan dalam berselancar. Unit dilengkapi dengan cruise control yang dipandu radar. Atau adaptive cruise control yang bisa menjaga jarak dan melakukan pengereman otomoatis saat mendekati kendaraan di depan. Belum lagi ketambahan pre-collision safety system serta lane departure warning bagi market global.

Konstruksi penyokong tubuh Fortuner dipastikan tidak berubah. Toyota sepertinya tidak mau menerapkan cara yang dilakukan Land Rover. Contoh, saat membangun Defender, pabrikan beralih ke sasis monocoque underpinnings. Padahal jenis mobil macam itu difungsikan untuk mengarungi berbagai kondisi alam. Tapi tetap, sang chief engineer Toyota memastikan bahwa rangka bodi Fortuner tetap dipertahankan pakai ladder frame. “Fortuner dibangun dengan body-on-frame, yang merupakan salah satu konsep intinya. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya. Konsumen yang menggunakan SUV off-road, membutuhkan body-on-frame (konstruksi) saat ini,” ia beralasan.

Jantung pacu diesel Toyota Fortuner di Indonesia saat ini menggunakan jenis 2GD-FTV yang mengantongi teknologi VNT (Variable Nozzle Turbocharger). Keunggulannya, tekanan udara dari propeller turbo bisa diatur sesuai putaran mesin. Hal ini juga meminimalisasi gejala turbo lag atau jeda, saat menunggu tekanan turbo masuk ke ruang bakar. Dengan kapasitas 2,4 liter, mesin penenggak solar ini mampu menghasilkan tenaga 149 PS pada 3.400 rpm. Lalu momen puntir tersedia 408 Nm di rentang putaran 1.600 rpm – 2.000 rpm.

Terpasang pula SCR (Selective Catalytic Reduction). Perangkat itu ditempatkan di sekitar area exhaust. Kerjanya mereduksi kandungan nitrogen oksida yang keluar dari mesin hingga 99 persen. Berbagai teknologi anyar yang dikembangkan Toyota pada mesin diesel terbaru, bertujuan memaksimalkan performa dan efisiensi bahan bakar. Namun itu dinilai masih kurang. “Kami perlu mengenalkan enjin berefisiensi tinggi pada Fortuner lanjutan. Tentu penerapannya bergantung pada masing-masing wilayah (tiap negara),” imbuh dia.

Dengan demikian, pemacu daya Fortuner mendatang diharapkan dapat direkayasa ke dalam bentuk elektrifikasi. “Saat ini, powertrain diesel (murni) bukan yang terbaik. Sulit untuk memenuhi regulasi emisi gas buang. Jadi, kami perlu beralih dari diesel ke sistem diesel-plus-hybrid. Atau juga mesin lain. Kami memiliki dua jenis hybrid. Yang pertama sistem hybrid kuat dan jenis kedua mild hybrid (ringan). Jadi, ini adalah salah satu solusi kami,” pungkas Chief Engineer Toyota.

 

 

 

 

 

(Oto.com/bu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here