DPR Minta Kapolri Temukan Mafia Obat Penanganan Covid-19

0
49

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (Foto/pmj)

Nasional, BogorUpdate.com
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menemukan mafia obat penanganan Covid-19.

Ahmad Sahroni menjelaskan di tengah kondisi pandemi Covid-19 semakin mencekam. Yang mana masyarakat saat ini dihadapkan dengan naiknya harga alat-alat kesehatan (alkes), vitamin, hingga oksigen secara wajar.

Menurutnya, kenaikan ini tidak hanya terjadi pada obat terkait penanganan Covid-19. Seperti Ivermectin atau multivitamin. Namun juga terhadap alat-alat antara lain, pengukur oksigen oksigen sampai masker.

Di samping itu, kenaikan juga tidak ditemukan di lapangan, tetapi juga di e-Commerce.

Lebih jauh Ahmad Sahroni menuturkan bahwa praktik tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan dan tidak masuk akal.

“Ini sudah parah. Saya amati beberapa barang. Misalnya, oxymeter, harganya biasa di bawah Rp100 ribu. Kini jadi masuk ke Rp200 ribu, bahkan ke Rp300 ribu,” bebernya dalam siaran, Senin (5/7/21).

Kemudian, juga obat Ivermectin, yang biasanya Rp5.000-7.000 per tablet, sekarang sampai hampir Rp200 ribu lebih per strip. Bahkan harga susu steril pun ikut naik hingga semua harga jadi tidak masuk akal (tidak logis).

Karena itu, Sahroni meminta polisi untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait demi menertibkan para penimbun dan mafia yang membuat harga barang tidak terkendali. Hal itu juga mencakup koordinasi dengan jasa e-Commerce yang ada.

“Kepolisian wajib berkoordinasi dengan e-commerce juga, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan lainnya. Tujuannya agar mereka bertanggung jawab menjaga harga,” keluhnya.

“Harus ada unit khusus di e-Commerce yang mengawasi penjual-penjual nakal ini. Kalau sudah pasang harga tak wajar, tutup saja toko-nya,” tegasnya.

Sahroni kembali menegaskan, dalam kondisi prihatin seperti saat ini, tidak seharusnya pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

 

 

 

 

 

 

(pmj/bu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here