Bau Menyengat Gas Pabrik Lem di Cibinong Ini Dikeluhkan Warga

Cibinong – Bogor Update

Warga RT 007 RW 004, kelurahan Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, kabupaten Bogor mengeluhkan bau tak sedap yang diduga Gas hasil sisa Produksi PT. Polychemie Asia Pasific Permai.

Menurut sumber sudah sangat jelas baunya tidak sedap dan menyengat tersebut dari gas hasil produksi pabrik yang memproduksi Lem. “Sehari, dua hari, tiga hari, sampai berbulan-bulan tetap saja pabrik lem itu menghasil gas yang baunya menyegat,” ujar warga yang namanya enggan dipublikasikan, Kepada Bogorupdate.com, jumat (24/11/17) Pagi.

Sementara itu Pihak Pabrik yang diwakili oleh Human Resources Development (HRD) Anwar Marsuku mengatakan, Pengelolaan limbah sudah Sesuai dengan arahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Bogor, sampai dengan konsultan pun referensi DLH Kabupaten Bogor.

Masih menurutnya, terkait keluhan warga yang menginformasikan bau yang menyengat yang ditimbulkan dari gas hasil produksi PT. Polychemie Asia Pasific Permai, biasanya warga sekitar pasti lagsung menyampaikan, karena hampir sekitar 60 kepala keluarga dikasih CSR berbentuk kontribusi tiap bulan.

“Jika warga sini saya pasti kenal, karena saya sudah 30 tahuan bekerja di sini. Jangan-jangan bukan warga sini yang menginformasikan, hanya warga yang melintas melewati pabrik,” tegasnya kepada Bogorupdate.com, Jumat (24/11/17) sore.

Dia menambahkan, tidak masalah jika ada warga sekitar yang dimaksud mengeluhkan bau menyengat yg ditimbulkan dari aktifitas pabrik, karena pegawai dipabrik ini presentasi 100%, 60% warga Asli bedahan dan kampung bulak.

“Karena seharusnya warga sekitar melaporkan kepada kami dan ada koordinatornya untuk menampung keluhan warga,” ujarnya.

Lanjutnya, proses kimia pasti menimbulkan gas tidak bisa perfect 100%, reaksi pembuatan lem itu misalkan 1 jam tapi karena pegawai ingin cepat pulang jadi dikebut hanya 45 menit, karena gas yang terbuang itu justru kerugian bagi perusahaan, karena gas yang terbuang bahan baku yang terpakai sebagain terbuang.

“Jika ada laporan akan di lacak karena tidak mengindahkan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan kami, dan menimbulkan kerugian perusahaan, bagi lingkungan dan menimbulkan bau, itulah yang kita jaga selama ini,” pungkasnya.

Diketahui PT. Polychemie Asia Pasific Permai sangat memperhatikan kesejahteraan warga sekitar dengan memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap social maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.

Kesejahteraan tersebut berupa, honor bulanan untuk setiap akhir bulan, bingkisan Lebaran setiap menjelang Iedul Fitri, mengajak Family Gathering setiap bulan Desember setiap tahunnya, juga perbaikan Jalan lingkungan, sumbangan/pertisipasi untuk Santunan anak yatim/dhuafa, termasuk partisipasi untuk karang taruna, organisasi massa. (Rie)

 

Editor: Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *