Jadi Komisaris Telkom, Abdee Slank Diharapkan Memberikan Peran Baru

0
62

Abdi Negara Nurdin (Abdee Slank). (Foto/Net)

Ekobis, BogorUpdate.com
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyepakati untuk mengangkat Abdi Negara Nurdin atau dikenal Abdee ‘Slank’ sebagai Komisaris Independen Telkom dan Bambang Brodjonegoro ditunjuk sebagai Komisaris Utama.

Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Telkom, Ahmad Reza menjelaskan, penunjukan mantan gitaris Slank sebagai komisaris bukan tanpa tujuan. Reza mengungkapkan, Abdi Negara banyak berkiprah dalam dunia digital dan memiliki perhatian besar terhadap hak kekayaan intelektual. Dengan begitu, diharap Abdi bisa memberikan peran baru di Telkom.

“Dengan melihat exposure beliau sebelumnya di industri seni dan start up hal ini menjadi warna tersendiri dalam fungsi pengawasan dan juga memberikan masukan kepada managemen,” kata Reza melalui keterangan resminya kepada media di Jakarta, Jumat 28 Mei 2021.

Dalam biodata pribadinya, Abdee merupakan Co-Founder Importmusik.com, yakni perusahaan digital distribusi musik. Lainnya, Abdee pernah duduk sebagai Tim Pakar penyusunan UU Hak Cipta dan Pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Sepanjang tahun 2020, Telkom secara aktif terus mendukung upaya pemerintah dalam Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui dukungan konektivitas, platform, dan aplikasi digital selain juga bantuan sosial.

Meski industri telekomunikasi terdampak atas adanya pandemi Covid-19, namun Telkom mampu membukukan Laba Bersih sebesar Rp20,8 triliun, atau tumbuh double digit 11,5% dibandingkan tahun 2019, dengan total Pendapatan sebesar Rp136,46 triliun atau tumbuh sebesar 0,7% dibandingkan tahun 2019.

Di samping itu, EBITDA Perseroan tercatat sebesar Rp72,08 triliun atau tumbuh 11,2%. Dengan fokus pada tiga domain bisnis digital, Telkom mampu mencatat kinerja pendapatan yang tumbuh positif dengan tingkat profitabilitas yang cukup baik meski adanya pandemi Covid-19 serta persaingan bisnis yang ketat di industri telekomunikasi.

“Adanya fenomena kebutuhan akses internet di rumah yang meningkat cukup besar di masa pandemi membuat Telkom berupaya untuk memenuhi permintaan masyarakat yang meningkat dengan melayani penambahan pelanggan IndiHome lebih dari 1,01 juta. Sehingga pada akhir 2020 jumlah pelanggan IndiHome mencapai 8,02 juta pelanggan atau tumbuh 14,5% jika dibanding akhir 2019,” jelas Reza.

Kondisi tersebut berdampak positif bagi Perseroan, layanan triple play IndiHome mencatat kenaikan pendapatan sebesar 21,2% menjadi Rp22,2 triliun dibanding tahun lalu dan memperkuat posisi IndiHome sebagai internetnya Indonesia dengan pangsa pasar terbesar.

Sementara itu dari segmen Mobile, Telkomsel selaku entitas anak usaha Telkom, mampu mempertahankan posisi sebagai operator seluler terbesar di Indonesia dengan cakupan nasional yang melayani 169,5 juta pelanggan, di mana 115,9 juta di antaranya merupakan pengguna mobile data.

Pendapatan digital business Telkomsel tumbuh cukup baik sebesar 7% YoY menjadi Rp62,34 triliun, yang didorong oleh semakin tingginya kebutuhan layanan data masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Dengan pendapatan data seluler yang cukup kuat, Perseroan mencatat total pendapatan Data, Internet dan IT Service sebesar Rp70,99 triliun atau tumbuh 8% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dalam kesempatan ini Reza juga menyampaikan, meski pandemi Covid-19 masih terjadi, Perseroan tetap berkomitmen untuk berinvestasi di mana total belanja modal pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp29,4 triliun atau 21,6% dari total pendapatan. Belanja modal tersebut terutama digunakan untuk memperkuat jaringan dan infrastruktur lainnya dalam rangka meningkatkan kapabilitas digital, meliputi jaringan 4G LTE, jaringan akses serat optik ke rumah, jaringan backbone serat optik bawah laut, menara telekomunikasi serta data center. Telkom mencatat nilai besaran Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara mandiri sekitar 41,6% dari belanja CAPEX dan 92% dari belanja OPEX pada tahun 2020.

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2020 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama/Komisaris Independen: Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Komisaris Independen: Wawan Iriawan

Komisaris Independen: Bono Daru Adji

Komisaris Independen: Abdi Negara Nurdin

Komisaris: Marcelino Pandin

Komisaris: Ismail

Komisaris: Rizal Mallarangeng

Komisaris: Isa Rachmatarwata

Komisaris: Arya Mahendra Sinulingga

Dewan Direksi:
Direktur Utama:
Ririek Adriansyah

Direktur Strategic Portfolio:
Budi Setyawan Wijaya

Direktur Enterprise & Business Service:
Edi Witjara

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Heri Supriadi

Direktur Network & IT Solution:
Herlan Wijanarko

Direktur Wholesale & International Service:
Bogi Witjaksono

Direktur Digital Business:
Muhamad Fajrin Rasyid

Direktur Human Capital Management:
Afriwandi

Direktur Consumer Service:
FM Venusiana R.

 

 

 

 

 

 

Sumber : Infobanknews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here