BPDPKS: Perkebunan Kelapa Sawit Tidak Sesuai Dengan Kondisi Tenaga Kerja Di Daerah

  • Bagikan

Jakarta, BogorUpdate.com
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), kembali menyelenggarakan kegiatan media gathering dalam tajuk BPDPKS Fellowship Journalist & Training 2021.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat melalui jurnalis terkait dengan program BPDPKS, terutama dalam menyampaikan kampanye positif secara factual kepada media nasional maupun daerah.

Dalam diskusi tersebut, menyebutkan bahwa masih terdapat penyimpangan isu yang di giring oleh berbagai lembaga, salah satunya NGO bahwa sawit merupakan masalah dan tantangan besar bagi Indonesia dalam landskap sosial dan lingkungan.

Padahal terungkap fakta-fakta ilmiah yang kontradiktif dengan hal senada.

Contohnya adalah salah satu isu sosial yang ditarik oleh masyarakat mengenai sawit dan kontribusinya terhadap pemberdayaan masyarakat daerah setempat.

Untuk mengurangi pengangguran di pedesaan perlu dikembangkan sektor-sektor ekonomi yang lebih banyak menyerap tenaga kerja yang sesuai dengan karakteristik/latar belakang tenaga kerja pedesaan. Perkebunan kelapa sawit merupakan sektor ekonomi dengan teknologi padat kerja (labor ntensive).

Tidak hanya padat kerja tetapi juga akomodatif terhadap keragaman mutu/skill tenaga kerja pedesaan.

Secara umum, struktur pendidikan penduduk di kawasan pedesaan sebagian besar merupakan tenaga kerja berpendidikan sekolah dasar ke bawah.

Sekitar 49 persen usia kerja produktif di kawasan pedesaan berpendidikan SD ke bawah dan 49 persen berpendidikan SLTP sampai SLTA dan hanya 2 persen berpendidikan diploma/sarjana.

Komposisi rata-rata pendidikan tenaga kerja yang terserap di perkebunan kelapa sawit menurut PASPI (2014), sekitar 51 persen berpendidikan SD ke bawah, 16 persen berpendidikan SLTP, 30 persen berpendidikan SLTA dan sisanya 4 persen berpendidikan diploma/sarjana yang sangat mirip dengan komposisi tenaga kerja yang tersedia di pedesaan.

Dengan kata lain, perkebunan kelapa sawit secara umum lebih akomodatif terhadap latarbelakang tenaga kerja yang tersedia dikawasan pedesaan. Pandangan bahwa tenaga kerja yang terserap perkebunan kelapa sawit tidak sesuai dengan kualitas tenaga kerja di pedesaan adalah tidak didukung fakta.

 

 

 

 

 

(Rul/Bing)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.