Antisipasi Resesi Ekonomi, Pusperanda Akan Budidayakan Tanaman Talas Beneng

0
15

Foto Ketum Pusperanda, Ahmad Yani Panjaitan

Ekobis, BogorUpdate.com
Pusat Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dan Pembangunan Daerah (Pusperanda) akan membudidayakan tanaman industri disejumlah wilayah Indonesia untuk antisipasi resesi ekonomi serta upaya meningkatkan perekonomian rakyat pasca Pandemi Covid-19.

Ketum Pusperanda Ahmad Yani Panjaitan mengatakan, bahwa pihaknya akan mengembangkan tanaman Talas Beneng dimana daunnya sangat dibutuhkan negara-negara lain seperti, Belanda, Australia, dan Saudi Arabia guna pengganti tembakau herbal yang minim kadar nikotinnya.

“Kabupaten Bogor, Tasikmalaya, Pandeglang dan Lebak Banten akan jadi daerah utama nantinya untuk produksi daun Talas Beneng ini. Empat bulan daun Talas ini sudah bisa dipanen sampai usianya dua tahun,” ujarnya kepada Bogorupdate.com, Jumat (16/10/2020) malam.

Ia menambahkan, harga jualnya daun Talas Beneng bernilai ekonomis tinggi. Per hektar mampu menghasilkan Rp15 juta sampai dengan Rp20 juta perbulan. Kemudian umbinya juga memiliki nilai ekonomi yang sama karena dapat menghasilkan bahan baku tepung talas. Selain Talas Beneng, untuk daerah lain pihaknya juga akan mengembangkan bahan baku Bioethanol.

“Selain Talas, sudah sepuluh tahun lalu pihak kami uji coba Bioethanol dari bahan singkong, tapi selama ini tidak ada peran serta dari berbagai pihak untuk menjadikan proyek ini menjadi produk industri masyarakat. Dengan adanya UU Omnibus Law maka dipermudahnya izin dan prosedur industri masyarakat. Serta adanya himbauan Presiden Jokowi yang memerintahkan agar tanah-tanah terlantar di optimalkan fungsi ekonominya maka kami (Pusperanda-red) akan semakin fokus memotivasi dan menginkubasi masyarakat agar mampu menjadi petani sekaligus menjadi produsen bahan jadi Bioethanol sebagai energi alterantif terbarukan kedepan,” Imbuh Ahmad Yani yang juga menjabat Direktur Jamur Center dan Waketum DPP Korps Alumni KNPI.

Lanjutnya, tanaman lain yang tidak kalah menariknya dari aspek bisnis dan ekonomi adalah Kelapa Hybrida yang dalam kurun waktu hanya 2,5 tahun sudah produksi dan memiliki nilai jual dan pangsa pasar luas bahkan sampai keluar negeri, tanaman ini akan dikembangkan didaerah pesisir.

“Seharusnya Pemerintah Pusat maupun Daerah harus mampu memanfaatkan potensi pertanian daerah untuk meningkatkan perekonomian rakyat, bahkan kita berharap Alokasi Dana Desa yang jumlahnya ratusan Triliun itu harus dioptimalkan untuk mensubsidi dan jadi stimulus hadirnya industri kecil menengah yang berbahan baku pertanian sehingga serapan tenaga kerja di negeri ini Pasca Pandemi bukan hanya tertumpu sebagai buruh dan karyawan. Inilah salah satu tujuan Pusperanda yakni bagaimana kedepan desa-desa mandiri dan produktif mampu menopang kemajuan daerah. Otomatis akan mendongkrak PDB Nasional,” tandas Ustad Yani panggilan akrabnya.

 

 

 

 

 

(Rie/Refer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here