Waduh! PPKM Darurat Tak Digubris Wisatawan Luar Daerah Di Pamijahan

0
91

Pamijahan, BogorUpdate.com
Hari pertama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Bogor rupanya tidak menyurutkan animo masyarakat untuk berwisata. Seperti halnya yang terjadi di beberapa destinasi wisata alam di wilayah Kecamatan Pamijahan.

Raka (24) Salah satu wisatawan asal Tangerang mengaku, bahwa dirinya bersama temannya berwisata ke wilayah Gunung Bunder dengan melewati jalur tikus.

“Lewatnya jalur kampung, bukan lewat jalur gede (Jalur utama), karena kalau lewat jalur utama pasti ada penyekatan, kita ngikutin MAP karena MAP nya lewat jalur situ (Jalur Tikus) buka jalur utama,” katanya kepada wartawan, Sabtu (03/07/21).

Senada, di tempat yang sama, wisatawan asal Jakarta, Ani Larasati (26) menuturkan, sebelum dirinya mengunjungi salah satu objek wisata curug di wilayah Pamijahan, dirinya mencari informasi di sosial media tentang objek wisata yang masih buka.

“Main ke curug, karena di objek wisata nya gak di tutup, tahu sih ada aturan PPKM Darurat, tetapi cari-cari info di facebook bahwa kalau di tempat wisata disini buka,” tuturnya.

Sementara itu, Petugas Resort Salak II Yosi Irawan mengatakan, kaitan dengan PPKM Darurat, pihaknya juga mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan penutupan kawasan wisata di sekitaran Gunung Bunder, menurut dia seluruh kawasan wisata di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) itu semuanya ditutup.

Wisatawan dari luar Kabupaten Bogor yang berada di beberapa kawasan wisata menurut Yosi Irawan, memang ada wisatawan yang masuk dari hari Jumat (2/7/21) sore dan kemungkinan masih berada didalam kawasan wisata.

“Dari pagi kami berjaga disini semuanya (wisatawan) kita putar balik untuk kembali karna tempat wisata nya ditutup. Apalagi kendaraan yang berplat B pasti kami suruh kembali karena mulai hari ini sudah mulai diterapkan peraturan PPKM darurat tersebut,” paparnya.

Masih adanya beberapa tempat wisata yang masih buka, menurut Yosi Irawan mengatakan, kemungkinan pengelola wisata tersebut belum mengetahui peraturan tentang PPKM Darurat tersebut.

“Jadi sekarang ada beberapa Patroli kita bekerjasama dengan Babinsa, Babinkamtibmas, untuk hari pertama melakukan imbauan dan sosialisasi tentang surat edaran PPKM darurat, tapi mudah-mudahan di hari berikutnya tidak ada lagi (Pelanggar) yang masuk ke lokasi wisata,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat telah diberlakukan di wilayah Kabupaten Bogor mulai hari ini, Sabtu, 3 Juli 2021.

Menurut ketentuan baru yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait PPKM Darurat tersebut, tempat wisata umum diharuskan untuk tutup sementara, dari tanggal 3 hingga 20 Juli 2021.

Ketentuan penutupan tempat wisata tersebut tercantum dalam SK PPKM Darurat Pemkab Bogor pada poin H, yakni fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya ditutup untuk sementara.

 

 

 

 

 

(Agus/Bing).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here