Tim Rispro Tanam Cassava dengan Teknologi Budidaya IPB Prima di Jonggol

0
48

Jonggol, BogorUpdate.com
IPB University melalui Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) mendapatkan Pendanaan Program Riset Inovatif-Produktif (Rispro) oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan mengenai pangan sehat berbasis cassava melalui teknologi budidaya IPB Prima. Penanaman cassava di kebun budidaya yang ditargetkan 10 hektar telah dimulai 4 April 2021 oleh seluruh tim peneliti dan disaksikan Wakil Rektor bidang Inovasi dan Bisnis/Kepala LKST, Prof Erika B Laconi bersama dengan petani dan tokoh masyarakat.

Cassava (singkong) yang ditanam adalah cassava dengan teknologi budidaya IPB Prima yang produktivitasnya mencapai 40 ton per hektar dengan umur relatif singkat, hanya enam bulan. Penanaman kebun budidaya 10 hektar ini merupakan rangkaian kegiatan tahap sebelumnya, yakni penananam bibit plasma nutfah cassava yang terdiri dari 27 varietas, dari rencana 50 varietas, yang dikumpulkan dari beberapa daerah di Indonesia.

Ketua Tim Peneliti Rispro IPB University, Prof Dr Nunung Nuryartono mengatakan bahwa penanaman ini untuk memenuhi target tahun pertama kebun budidaya dan produksi. Kebun budidaya ini kemudian akan diperluas menjadi 40 hektar pada tahun berikutnya. Penanaman bibit budidaya dilakukan secara bersama-sama dengan warga sekitar Jonggol yang terdiri dari 20 orang ibu-ibu tani, 22 orang bapak-bapak tani, tokoh masyarakat dan pejabat desa. Sebanyak 22.000 stek bibit cassava varietas Mangu unggul lokal telah ditanam dengan jarak tanam 1 meter x 1 meter arah tanam utara-selatan.

“Saat yang sama, kami juga telah melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat sekitar kebun Jonggol. Kami kenalkan seluruh peneliti Rispro IPB University kepada mereka. Kegiatan penelitian mengenai cassava ini akan berjalan selama tiga tahun dan akan melibatkan warga sekitar Jonggol,” ujarnya.

Prof Erika B Laconi, Kepala LKST IPB University dalam sambutannya mengatakan bahwa cassava akan diolah menjadi tepung atau beras analog dan warga masyarakat Jonggol akan diikutsertakan dalam pengolahan cassava.

“Para petani dan masyarakat sangat mendukung kegiatan ini karena sebelumnya mereka kesulitan dalam menjual cassava. Dengan adanya kegiatan ini mereka berharap masalah pemasaran bisa teratasi. Pangan sehat berbasis cassava, pangan masa depan menuju swasembada pangan bangsa,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

(ipb/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here