Terkait Surat Permintaan THR Desa Wanaherang Ke Perusahaan, AF: Muspika Harus Tanggungjawab

0
105

Foto surat dari Pemdes Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri kepada Perusahaan.

Gunung Putri, BogorUpdate.com
Beredarnya surat permohonan bantuan tunjangan hari raya (THR) yang dikeluarkan oleh pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, yang ditujukan kepada Perusahaan yang berdomisili di Desa Wanaherang membuat banyak pihak angkat bicara. Tak terkecuali Achmad Fathoni (AF), Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor.

Pria yang berangkat dari Partai PKS itu menyayangkan langkah yang diambil oleh pihak Pemdes Wanaherang dengan membuat permintaan partisipasi THR kepada perusahaan yang ada di desa tersebut. Padahal langkah tersebut tidak dibenarkan lantaran pihak perusahaan hanya mempunyai kewajiab memberikan THR terhadap karyawannya.

“Setahu saya urusan Pemdes dengan Perusahaan adalah dalam rangka penyaluran CSR. tinggal wujudnya CSR itu apa? itu yang masing masing perusahaan bisa dibicarakan dengan pihak desa sesuai kebutuhan masyarakatnya. Kalau minta THR itu gak ada landasannya. Karena perusahaan hanya berkewajiban memberikan THR kepada buruh atau karyawannya,” katanya kepada BogorUpdate.com, Minggu (2/5/21).

Dia menambahkam, Kalau kewajiban perusahaan ke masyarakat sekitar adalah CSR. Seharusnya, dalam pemanfaatan CSR ini, diperbolehkan untuk dibicarakan bersama, sesuai prioritas kebutuhan masyarakat di sekitar perusahaan. Mestinya bukan untuk kebutuhan aparat desanya, walaupun aparat juga bisa menjadi bagian dari masyarakat yang menikmati CSR.

“Sekali lagi, kewajiban perusahaan adalah CSR. Bentuk penyaluran CSR banyak bidang dan harus didasarkan prioritas kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Dalam hal ini, sambung Fathoni, Muspika berkewajiban untuk membina setiap desa agar tidak melakukan hal yang dianggap diluar aturan. Hal itu bertujuan agar tidak ada pelanggaran seperti menyebarkan surat permintaan THR kepada perusahaan.

“Sebaiknya Muspika juga melakukan pembinaan dan pengarahan, agar tidak ada pelanggaran seperti ini lagi kedepannya,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Jis/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here