Terdampak Proyek Penataan, Dishub Kota Bogor Akan Rekayasa Lalin Jalan Surken

  • Bagikan

Foto ilustrasi Jalan Suryakencana (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Dinas Perhubungan Kota Bogor menyatakan pihaknya telah mempersiapkan manajemen rekayasa lalu lintas akibat dampak pelaksanaam proyek peningkatan Jalan Suryakencana. Hal ini untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di area proyek.

Kadishub Kota Bogor Eko Prabowo, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu pelaksanaan proyek yang digawangi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) itu.

Seperti diketahui, bahwa peningkatan Jalan Suryakencana dibiayai dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp30 miliar lebih.

“Berkenaan dengan Manrek Lalin (manajemen rekayasa lalu lintas) pembangunan peningkatan Jalan Surken (Suryakencana) secara teknis harus mengubah alur lalu lintas dengan pola Manrek Lalin,” kata Eko, Rabu (01/09/21).

Menurut Danjen sapaan akrabnya Kadishub itu, pihaknya sudah mempersiapkan Manrek Lalin dari hasil kajian Dishub. Bahkan pola Manrek Lalin yang akan diterapkan nanti sudah disampaikan ke berbagai pihak terkait.

“Jadi kita sedang menunggu teman-teman PUPR pelaksanaan PEN itu. Kita sudah persiapkan dan sudah ekpos di forum lalu lintas dan pemenang tender, hanya kapan mulai pelaksanaannya. Infonya (pekerjaan) awal atau pertengahan September,” ujarnya.

Namun, meski demikian pihaknya sampai saat ini masih menunggu kepastian dari pelaksanaan proyek tersebut. Sebab, ketika ada perubahan pekerjaan akan ada penyesuaian kembali untuk Manrek Lalin.

“Kalau sudah dimulai, sambil berjalan disosialisasikan. Kalau dimulai sekarang khawatir dari sisi PUPR berubah-ubah. Misalnya, dari tujuh koridor dikurangi jadi berapa koridor. Karena di sini juga ada PKL yang menjadi tugas bersama, seperti Satpol PP dan wilayah,” tutur dia.

Terkait ini, pihaknya juga menyarankan agar Jalan Surken tidak dilakukan penutupan secara total saat pelaksanaan pekerjaan. Karena kawasan tersebut merupakan pusat niaga.

Dalam ekpos dia menyarankan juga Surken tidak bisa ditutup total, karena di situ kegiatan ekonomi, berapa masyarakat yang terdampak.

“Makanya dilakukan per koridor. Misalnya koridor Rangga Gading berkaitan dengan angkot itu yang dipersiapkan rekayasa lalinnya. Kemudian Lawang Seketeng, Jalan Roda kita sudah kita persiapkan semua,” pungkasnya.

 

 

 

 

(As/Bing)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.