Tak Kantongi Izin, Pesona Alam Sukaharja Nekat Lakukan penjualan Kavling

0
68

Sukamakmur, BogorUpdate.com
Maraknya pengusaha penjualan kavling di Bogor Timur yang belum mengantongi izin kini mulai menjamur. Seperti yang terdapat di Desa Sukaharja kecamatan Sukamakmur, kavling kebun Pesona Alam sudah tancapkan banner dan spanduk serta lakukan promosi penjualan tanpa memiliki izin.

Terlebih, persoalan pertanahan antara pemilik kavling dan pemilik lahan sampai saat ini belum selesai pembayarannya. Seperti yang disampaikan AN, jika keberadaan kavling tersebut baru berjalan 2 bulan, dan belum mengantongi izin IPPT apalagi izin usaha lainnya, ditambah persoalan tanah nya juga belum selesai semua kepada pemilik.

“Disitu ada tanah milik ibu Diah istri pak Iwan Tono seluas 8.700M sudah bersertifikat persis di muka jalan belum dibayar, maka ketika ada pembeli yang melihat dan saya jelaskan mereka balik kanan,” jelas AN

Masih menurut AN, Kavling Pesona Alam baru mengantongi izin lingkungan dari kepala desa dengan luas 22.000M atas nama Komarudin, didalamnya ada beberapa tanah milik perseorangan, namun bagian depan jalan yang saat ini sudah dipasang bendera kavling pesona milik ibu Diah belum dilakukan pembayaran, dalam arti tanah tersebut belum dibayarkan.

“Gak ada izin IPPT nya apalagi izin usaha kavlingnya, izin lokasi aja belum semuanya, pembayaran tanah aja belum semua beres, menurut informasi sih luas tanah yang akan dijadikan kavling sekitar 4,5 Hektar,” kata AN , Rabu (21/7/21).

Hal senada disampaikan pihak yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan jika pernah ikut menawarkan lokasi tersebut kepada konsumen namun karena tidak ada kelengkapan dan kewalahan dengan pertanyaan konsumen akhirnya dirinya mundur menawarkan lokasi tersebut karena kelengkapan surat-surat dan perizinan belum terpenuhi.

“Kita kan nyari makan disini ya, kalo terjadi sesuatu kan gak bisa kabur kemana-mana, saat itu saya pernah dapet hampir 50 konsumen namun saya kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan konsumen, apalagi nanyain izin,” jelasnya.

Masih kata dia, fee yang didapat sangat menggiurkan, setiap pembelian dapat 10% dari harga dan pendapatan lain 5% dari total penjualan. Namun di berfikir ketika dapat uang banyak sementara tapi nanti akhirnya bermasalah.

“Nanti uang yang saya punya habis buat bayar pengacara dan hukum jika ada tuntutan dibelakangnya. Dari pada beban batin akhirnya saya memutuskan untuk mundur diri dan tidak lagi menawarkan lokasi tersebut, kecuali pihak perusahaan sudah mengatongi izin minimal IPPT,” katanya lagi.

Terpisah, Bedi pengelola Kavling Pesona Alam saat dikonfirmasi via whatsApp mengatakan agar wartawan silahkan komunikasi dengan legal nya. “Sama legal saya aja ya,” katanya singkat.

Yoga Pangestu, lawyer Pesona Alam saat dimintai keterangan via pesan singkat whatsApp mengatakan jika perizinan sedang diproses ditambah lagi, belum melakukan aktivitas apapun baru sebatas memasang bendera dan banner kavling.

“terkait izin masih dalam proses karena masalah izin memerlukan proses dan kita pun belum ada kegiatan apapun dilapangan karena progres kita masih nunggu izin dan tinggal nunggu proses,” kata Yoga.

Namun saat ditanya jenis izin apa yang sedang diajukan ke DPMPTSP Kabupaten Bogor, Yoga tidak memberikan jawaban.

Sekedar diketahui, DPMPTSP kabupaten Bogor tidak pernah mengeluarkan izin untuk usaha kavling kebun, adapun izin perkebunan namun tanah nya tidak diperjual belikan atau tidak dikavling-kavling kan, dan lokasi kavling tersebut terdapat plang tanah milik Bank Indonesia.

Sampai diturunkannya berita ini belum ada keterangan resmi dari kepala desa Sukajaya kecamatan Sukamakmur yang mengeluarkan izin lingkungan untuk usaha tersebut.

 

 

 

 

 

(Jis/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here