Tak Cantumkan Anggaran, 205 Bangunan Huntap di Cigudeg Seperti Proyek Siluman

0
68

Cigudeg, BogorUpdate.com
Sebanyak 205 unit rumah Hunian tetap (Huntap) di Kampung Hoream, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor mulai dibangun. Pembangunan rumah Hunian tetap (Huntap) ini diperuntukan bagi masyararakat yang terdampak bencana alam tanah longsor dan pergeseran tanah yang terjadi pada awal Januari tahun 2020 lalu.

Namun, sudah satu bulan lebih berjalan pengerjaan huntap, di papan proyek tidak dicantumkan berapa besaran nominal anggaran proyek yang bersumber dari APBN melalui Kementrian PUPR tersebut.

Bahkan Kepala Desa Sukaraksa Dedi Bahtiar meminta pada pihak pelaksana pembangunan huntap tersebut mencantumkan informasi jumlah anggaran pekerjaan huntap yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu.

“Kami sarankan agar pihak pelaksana mencantumkan anggaran tersebut,” kata Kades Sukaraksa Dedi Bahtiar kepada Wartawan, Senin (9/11/20).

Upaya percepatan pembangunan huntap bagi korban bencana alam, kata Dedi, masih banyak warganya yang terdampak dan belum terakomodir secara keseluruhan pada program hunian tetap tersebut. “Sebanyak 238 KK yang terdampak, akan tetapi baru terjawab 205 KK,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, sebanyak 47 kepala keluarga dari berbagai kampung yang nasib serupa, yakni juga terdampak bencana yang sampai sekarang masih belum ter-cover huntap dan relokasi. ”Tentu yang belum kebagian ini, dipastikan akan ada riak-riak di masyarakat sudah pasti berdampak ke Pemerintah Desa,”ungkap Dedi.

Untuk itu, ucap Dedi, bagi para korban yang terdampak bencana alam dan belum masuk giliran pada program hunian tetap tahun ini kami harap untuk bersabar. ”Kami terus mengupayakan agar yang belum mendapatkan huntap tersebut mudah-mudahan pada 2021 mendatang bisa terealisasi,” jelasnya.

Menurutnya, bagaimana cara untuk mensiasati dilakukannya sosialisasi agar warga yang terdampak lainnya bisa memahami. “Semoga pengerjaan huntap ini bisa sesuai yang diharapkan, tentu saja pihak pengelola lebih memerhatikan pada kualitas dan kuantitas bangunan tersebut,” pintanya.

Huntap tersebut dibangun di atas lahan 42 ribu meter berikut bangunan jalan, TPT, taman dan saluran air.

Konsultan pengawas Huntap PT. ALFRIZ AULIATAMA Jamaludin, menyatakan kegiatan bangunan fisik pada pengerjaan bangunan tersebut selesai pada Februari. ”Adapun jumlah anggaran yang belum terpasang di papan kegiatan itu secara keseluruhan sebesar 15 miliar berikut PPN-PPH,” tandasnya.

“Tim dari Kementrian PUPR juga sudah datang dan meminta untuk segera mengubah papan kegiatan tersebut, pastinya pihak pelaksana segera mengganti papan kegiatan serta mencantumkan nominal anggaran tersebut,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Agus/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here