Supir Pribadi Terpapar covid, Camat Cigudeg Lakukan Penyemprotan Disinfektan

0
150

Cigudeg, BogorUpdate.com
Jumlah pasien positif Corona di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor terus bertambah. Hal ini dinyatakan Camat Pardi. Masyarakat yang terpapar positif Covid-19 meningkat dari 42 orang naik menjadi 62 hingga menjadi 73 orang dalam waktu hitungan minggu.

Camat Cigudeg Pardi mengatakan, saat ini jumlah masyarakat yang terpapar covid-19 seluruhnya ada 73 orang diantaranya Kades dan masyarakat, dan baru hari ini juga supir pribadi saya dinyatakan positif terpapar covid-19.

“Ya hari ini sopir pribadi saya juga dinyatakan telah positif terpapar covid, awal nya dia mengeluhkan sakit kepala dan flu, lalu saya saran kan untuk diperiksa kesehatan nya dipuskesmas cigudeg, setelah diperiksa ternyata supir saya positif terpapar covid-19,” ujarnya kepada wartawan Senin (28/6/21).

Lanjut Pardi menambahkan, saat ini supir saya telah melakukan isolasi mandiri agar tidak menular ke yang lainnya. Selain itu saya melakukan langkah penyemprotan cairan desinfektan pada seluruh area pelayanan, dan ruangan. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan virus covid-19 terhadap pegawai yang lainnya, ditakutkan ada yang terkena paparan virus tersebut.

Saat ini, tambah Pardi, selain fokus melakukan penyemprotan disenfektan Pemerintah Kecamatan Cigudeg juga memberlakukan pembatasan pelayanan publik sesuai peraturan bupati untuk PPKM Mikro tentang Protkes.

“Mulai hari ini per tanggal 28 sampai 5 Juli melaksanakan Work From Home (WFH) dan Work From Office hal itu dilakukan mengingat tingginya angka Covid-19 di wilayahnya. Untuk WFH 75 persen tetapi untuk pelayanan tetap buka setiap hari namun dibatasi hingga pukul 12.00 Wib,” terang Pardi

Lanjut Camat Pardi, menyampaikan upaya dan langkah yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Cigudeg guna memutus rantai penularannya.

“Kita melakukan salah satu langkah antisipasi yang paling sederhana. Selain penyemprotan, saya juga menghimbau untuk mengurangi adanya kerumunan massa disetiap pelayanan publik,” ujarnya.

“Baik itu Bank Pasar dan tempat pelayanan lainnya untuk selalu mematuhi Protkes, serta melakukan sosialisasi hingga tingkat RT-RW ke setiap desa serta pelayanan publik lainnya untuk selalu melakukan pembatasan (Distancing Sosial),” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Agus/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here