Soal Pemotongan Insentif Nakes, Dirut RSUD Cileungsi Ngaku Ikut Kebijakan Bupati

  • Bagikan

Cileungsi, BogorUpdate.com
Pemotongan insentif tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Cileungsi diakui Direktur RSUD Cileungsi, drg. Wiwiek Wahyuningsih merupakan kebijakan bupati Bogor yang dituangkan dalam Peraturan Bupati. Sehingga pihaknya hanya mengimplementasikan kebijakan tersebut, dimana sejak 2021 insentif untuk tenaga kesehatan dikurangi lima puluh persen.

“Didalam Perbup dijelaskan jika aplikasi yang digunakan adalah aplikasi lama yang sebelumnya digunakan untuk pengajuan insentif nakes dengan menggunakan dana APBN. Namun jumlah masa kerjanya dikurangi sebanyak 50 persen dari 14 hari menjadi 7 hari. Sehingga besaran insentif yang diterima nakes otomatis berkurang lima puluh persen,” kata Wiwiek kepada wartawan, Kamis (29/7/21).

Menurut Wiwiek, peraturan tersebut berlaku bagi tenaga kesehatan yang bekerja dibawah naungan rumah sakit milik pemerintah daerah, karena untuk tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit swasta pemberian insentif masih ditanggung oleh pemerintah pusat bukan oleh pemerintah daerah.

“Peraturan ini berlaku untuk seluruh nakes di RSUD Cileungsi, Cibinong, Leuwiliang dan Ciawi. Jadi semuanya otomatis berkurang 50 persen,” ujarnya.

Ia menegaskan, proses pengurangan insentif tersebut merupakan upaya penyesuaian dengan anggaran yang dimiliki oleh Pemda Bogor yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Karena jumlah anggaran yang dimiliki pemerintah daerah tidak besar, maka mau tidak mau harus dilakukan penyesuaian untuk pemberian insenti nakes ini,” tutupnya.

 

 

 

 

 

(Cek/Bing).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.