Soal Naiknya Tagihan Listrik Selama Pandemi COVID-19, Ini Penjelasan PLN

0
68

Ekobis, BogorUpdate.com
Melonjaknya tagihan listrik yang dinilai tidak wajar selama pandemi COVID-19 banyak dikeluhkan oleh pelanggan. Menjawab hal itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi Jawa Barat (Jabar) memberikan keterangannya melalui video confrence bersama media, pada Selasa (16/6/20).

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Unit Induk Distribusi Jabar, Rino Gumpar Hutasoit mengatakan, konsumsi listrik golongan pelanggan rumah tangga pada saat diberlakukannya Work From Home (WFH) yang disusul dengan kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jabar naik 13%-20% per bulan. Di sisi lain, konsumsi listrik industri turun 40%, bisnis turun 20%, sosial dan pemerintah masing-masing turun 10%.

“Tagihan listrik pelanggan membengkak karena selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) petugas tidak ke lokasi untuk melakukan pencatatan meteran listrik. Kalau ada lonjakan semata-mata ada pemakaian listrik oleh pelanggan, seperti penggunaan alat elektronik. Lonjakan yang terjadi saat ini adalah akibat pemakaian secara umum karena saat ini adalah pemakaian dari pelanggan naik,” kata Rino kepada Bogorupdate.com.

Rino mengungkapkan, Kenaikan konsumsi kelompok pelanggan rumah tangga juga terjadi karena pada periode WFH masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah. Kondisi itu membuat penggunaan alat-alat elektronik meningkat dan pada akhirnya berkontribusi terhadap kenaikan tagihan listrik.

“Selama WFH masyarakat lebih banyak menggunakan TV, lampu, AC, dll. Mendekati Lebaran, sebagian masyarakat juga banyak menggunakan oven listrik untuk membuat kue. Kontribusi alat elektronik, seperti TV dll, terhadap pemakaian listrik. Menurut dia, sekitar 15%-20%. Alat penerangan berkontribusi 15%-20%, sedangkan AC mencapai 60%-70%. Inilah yang menyebabkan kenaikan pemakaian listrik selama WFH dan menyebabkan kenaikan rekening listrik pada tagihan Juni 2020,” tuturnya.

Akibat lonjakan tagihan, banyak pelanggan yang melaporkan hal ini ke PLN yang menerima laporan atau komplain dari pelanggan akibat tagihan rekening listrik yang membengkak dalam penagihan rekening listrik Juni atau pemakaian listrik pada Mei 2020. Membengkaknya tagihan listrik hanya dialami pelanggan yang masih menggunakan meteran listrik konvensional. Bagi pelanggan listrik yang menggunakan meteran token tidak mengalami tagihan listrik yang membengkak.

“Kita tidak henti-hentinya menjelaskan kronologis terjadinya tagihan yg melonjak atau membengkak kepada pelanggan yang komplain. Sehingga pelanggan bisa memahami dan bersedia membayar sesuai dengan tagihan,” pungkasnya. (Jis)

 

 

 

Editor: Endi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here