Siap-siap! Penyelenggara Konser Rhoma Irama di Pamijahan Bakal Dipanggil Polisi

0
105

Foto Rhoma Irama Konser di Pamijahan

Hukum & Kriminal, BogorUpdate.com
Konser dangdut Rhoma Irama beserta artis ibu kota lainnya di acara khitanan salah seorang tokoh di Kampung Cisalak, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada hari Minggu lalu, berbuntut panjang.

Pasalnya, Polres Bogor mengaku segera memanggil pihak-pihak terkait, mulai dari penyelenggara, penanggung jawab hingga artis-artis yang mengisi acara tersebut.

Menurut Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, apa yang telah dilakukan penyelanggara khitanan di Pamijahan tersebut telah melanggar aturan. Apalagi Kabupaten Bogor masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

“Kita tentukan (pasal) setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap orang-orang di sana. Mulai dari penyelenggara, hingga artisnya kita periksa,” kata Roland di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (29/6/2020).

Ia melanjutkan, acara khitanan dengan mengadakan konser tersebut tidak bisa ditolerir. Bahkan, meskipun pegangan penyelenggara itu pada maklumat Kapolri soal Larangan Kerumunan telah dicabut per tanggal 25 Juni 2020, sebagai upaya mendukung fase New Normal.

Roland menyebut, pencabutan maklumat Kapolri Nomor MAK/2/III/2020 yang berisi tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran coronavirus (Covid-19) tersebut tidak lah berlaku surut.

“Pencabutan itu (maklumat) bukan berarti bebas, normal. Itu maksudnya nggak serta merta semua bebas, keramaian dan lain-lain. Protokol harus dijalankan. Apalagi daerah yang masuk zona merah,” jelasnya.

Namun begitu, Roland mengaku, belum bisa mengambil kesimpulan untuk memberikan sanksi atau hukuman terhadap penyelenggaraan tersebut. Sebab, dirinya menilai perlu ada pendalaman lebih lanjut untuk menentukan suatu kasus.

“Nanti kita lihat hasil pemeriksaan. Kita akan jalani dan pelajari. Segera kita panggil,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin menambahkan, jika pihaknya kecolongan dengan gelaran konser tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor merasa dibohongi oleh penyelenggara.

Bahkan, setelah dikirimi surat untuk membatalkan acara, artis utama dalam acara tersebut yakni Rhoma Irama telah memberikan pernyataan resminya dan mengatakan membatalkan konsernya itu.

“Tetapi pada hari H mereka tetap tampil, ya kita marah dan kecewa ya kenapa mereka melanggar komitmennya sendiri. Ini komitmen yang dilanggar. Apalagi ini tokoh yang bilang. Tapi setelah kejadian, saya minta tindak lanjut teguran, panggilan, kalau ada pelanggaran aturan kita akan proses secara benar,” kata dia.

Menurutnya, kaitan dengan banyaknya aparat di wilayah yang ikut mengamankan jalannya acara konser, Ade Yasin mengaku, itu di luar koordinasi.

Karena, Pemkab Bogor sendiri tidak mengerahkan pengamanan karena telah mendapatkan perjanjian dari penyelenggara yang sepakat membatalkan konser.

“Kita tidak mengerahkan karena awalnya kita percaya. Kita akan lihat dan bedah kasusnya bersama dengan Polres.
Kalau memang ada pelanggaran kita proses hukum. Pelanggarna PSBB ini ya. Ada ancaman hukuman, sanksinya
berdasarkan pemeriksaan pada pemanggilan semua orang,” pungkasnya. (Rul)

 

 

 

 

Editor : Endi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here