Selain Halal dan Sehat, Ini Kata Dosen IPB Keistimewaan Daging Kelinci

0
61

Lifestyle, BogorUpdate.com
Sebagian besar orang tidak tega menyantap daging kelinci, mamalia diundang yang sering dijadikan peliharaan. Lebih dari yang beranggapan belum lazim memakannya karena lebih banyak informasi tentang daging kelinci itu halal, lebih enak dan lebih sehat dibandingkan daging sapi lainnya. Dengan alasan tersebut maka sosialisasi kelebihan dan keistimewaan daging kelinci harus digalakkan agar pengetahuan masyarakat terhadap daging kelinci semakin mantap. Dibutuhkan, ke depan daging kelinci bukan lagi dijauhkan, tetapi akan dicari banyak orang dan disantap dengan penuh kesenangan dan keyakinan.

Untuk itu dua dosen IPB Universitas dari Divisi Produksi Ternak Daging, Kerja dan Aneka Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Dr Henny Nuraini dan Muhammad Baihaqi, SPt, MSc. Menyediakan daging sapi yang sehat juga halal.

Daging kelinci halal untuk dikonsumsi. Status halal ini sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Melalui sidang di Jakarta pada tanggal 12 Maret 1983, Komisi Fatwa MUI menetapkan bahwa hukum daging mengandung kelinci adalah halal.

Manfaat lainnya adalah kontribusi dari kitotefin pada daging kelinci utama pada hati dan hati yang dapat mencegah penyakit asma.

“Kadar protein daging kelinci lebih tinggi di banding dengan daging lainnya. Kadar omega-3 daging kelinci kali lipat lebih tinggi daripada daging ayam,” papar Baihaqi.

Kadar kolesterol dan kadar lemak, lanjut Baihaqi, pada daging kelinci sangat rendah. Tidak hanya daging yang dibutuhkan, lebih ramping dan sedikit mengandung lemak.

Lebih lanjut ia menerangkan daging kelinci dapat diolah menjadi berbagai variasi olahan seperti nasi briyani kelinci, kelinci masak madu, kelinci rica dan kelinci goreng korea.

“Kelinci sebagai ternak multiguna yang memiliki produksi dan produktivitas tinggi. Multiguna dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya manusia dan hewan piara atau dimanfaatkan kulit bulunya untuk pembuatan jaket, tas, atau dompet yang bernilai tinggi. Padahal, bahannya bisa digunakan sebagai pupuk tanaman,” pungkasnya.

 

 

 

 

(end/ipb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here