Ronald, Pria Penyandang Disabilitas di Cileungsi Berkarya Kaki Palsu Komersil dan Gratis

. (Bodet)

Cileungsi, BogorUpdate.com – Meski ditengah keterbatasan, seorang di Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, berhasil membuat beragam jenis kaki palsu.

Selain untuk tujuan komersil, kaki palsu buatannya juga untuk para penyandang yang kurang mampu.

Sudah 17 tahun, , warga Desa Mekarsari melakoni usaha pembuatan kaki palsu. Beragam jenis kaki palsu yang telah ia buat, mulai dari yang standar hingga kaki palsu jenis robotik yang sangat canggih. Karena banyak pesanan, ia pun mempekerjakan sejumlah penyandang disabilitas.

Pria kelahiran palembang 35 tahun silam ini mengaku, dulunya mengalami kecelakaan kerja di kapal laut hingga kaki kanannya putus. Lantas merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan dengan kondisi hanya memiliki satu kaki dan tongkat. Karena sulit mendapat pekerjaan dengan kondisi seperti ini, lalu berinisiatif membuat kaki palsu untuk dirinya dari bahan sederhana.

“Alhamdulillah, selang beberapa lama, kaki palsu buatan saya, ternyata disukai oleh teman-temannya yang juga pengguna kaki palsu, dan akhirnya banyak yang meminta untuk dibuatkan,” ucap Ronald Regen kepada wartawan, Minggu (3/12/23).

“Nah, dari sanalah saya akhirnya terus menekuni pembuatan kaki palsu dari satu jenis ke jenis lainnya dan hingga saat ini telah menghasilkan ribuan kaki palsu yang dipesan dari penjuru indonesia hingga mancanegara, seperti Malaysia, dan Philipina,” sambungnya.

Ronald juga mengatakan, tidak hanya membuat kaki palsu untuk tujuan komersil, tapi bekerjasama juga dengan beberapa yayasan, untuk membuat kaki palsu gratis bagi para penyandang disabilitas yang kurang mampu.

“Selain itu, saya juga memberikan kesempatan pada rekan sesama, untuk bekerja sambil belajar membuat kaki palsu seperti saya ini,” ungkapnya.

“Di hari penyandang disabilitas yang diperingati setiap tanggal 3 Desember ini, saya berharap, agar seluruh penyandang disabilitas seperti saya bisa memiliki kesempatan yang sama di manapun, utamanya dalam dunia kerja,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *