Road to Pasundan Etnik Jazz Festival Tampilkan Mertua Raffi Ahmad Gideon Tangker

Megamendung, BogorUpdate.com – Gitaris senior , ikut menghangatkan suasana Road to yang digelar di Rumah Budaya HMA, Desa Kuta, Megamendung, Kabupaten Bogor.

Ayah mertua dari artis tersebut merupakan mantan gitaris band beraliran jazz, pop, R & B dan sedikit blues yaitu Drakhma. Selain itu hadir juga Para musisi top dan gitaris legenda lainnya yang ikut memeriahkan acara tersebut.

penggagas acara, dengan di bantu Kang Joe, Teja dan beberapa komunitas Rumah Budaya HMA menyatakan bahwa acara yang digelar akhir pekan kemarin sebagai embrio adanya Pasundan Etnik Jazz  atau Jazz Sunda.

“Alhamdulillah, Road to Pasundan Etnik Jazz Festival berlangsung sangat luar biasa dan perlu mendapat apresiasi karena  menampilkan sang gitaris legend Gideon Tengker, Agam Hamzah, Nikolas, Reza, Hari Toledo, Agung , Sa’UNi dan Marcelia,” kata Halimah Munawir kepada wartawan, Senin (26/6/23).

Halimah Munawir mengaku terharu acara bisa tetap berlangsung, karena malam akhir pekan kemarin, Kawasan Puncak diguyur hujan deras hingga acara yang harusnya di gelar secara outdoor menjadi indoor.

“Malam ini luar biasa dan membuat saya terharu, Allah SWT telah meringankan kaki para gitaris legend dan para musisi serta penyanyi jazz top bersama sama menghibur kita disini dengan begitu hangat. Apalagi hal yang sangat langka kedua maestro gitar Agam Hamzah dan  Hari Toledo dapat main bareng,” sambung Halimah Munawir.

Sementara Ismet Ruchimat Dekan Seni Pertunjukan ISBI Bandung yang berkenan hadir memberi sambutan mengatakan bahwa Road to Pasundan Etnik Jazz Festival perlu kita dukung dan semoga tahun depan dapat terselenggara puncak Pasundan Etnik Jazz Festival.

“Malam ini kita gelar Road to Pasundan Etnik Jazz Festival dan semoga berikutnya, bisa  terselenggara puncak Pasundan Etnik Jazz Festival, dengan panggung yang lebih besar dan jumlah artis yang lebih banyak lagi,” kata Ismet Ruchimat.

Acara Road to Pasundan Etnik Jazz Festival dibuka dengan penampilan musik etnik yang di mainkan oleh Grup Sakajiwa Khatulistiwa, dengan alat musik bambu, Kang Bojay dan kawan-kawan sukses membuat mata penonton  tak berkedip.

Lalu, Sa’uni dengan alat musik dawainya dan band Az-Esemble yang dikomandai Agam Hamzah serta Hari sukses membius penonton hingga pukul 24.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *