Ratusan Pengungsi Bencana Pergeseran Tanah Bojong Koneng Terjangkit Penyakit ISPA dan Gatal-gatal

Babakan Madang, BogorUpdate.com – Ratusan warga yang berada ditenda pengungsian akibat di Kampung Curug, , Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor mulai terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernafasan () hingga gatal-gatal.

Kepala , Dokter Fitri mengatakan, keluhan penyakit yang keluhkan warga yakni sakit kepala atau pusing, Ispa, Demam hingga gatal-gatal.

“Untuk data tertinggi saja hasil pemeriksan Puskesmas Cijayanti selama seminggu ini tercatat ada 180 warga umumnya lansia terjangkit penyakit Ispa, atau infeksi saluran pernafasan akut,” terangnya kepada Wartawan, Senin (26/9/22).

Sampai saat ini, pihaknya tengah melalukan pengobatan rutin kepada ratusan warga yang terdampak bencana tanah bergerak dipos pengungsian.

“Pengobatan rutin dilakukan mulai kepada balita hingga lansia dipos pengungsian bencana tanah Bergerak di Kampung Curug,” ungkapnya.

Mencegah penyakit ini menular, pihaknya bersama Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memisahkan pengungsi.

“Jadi untuk lansia sendiri tendanya dipisahkam dari anak anak hingga balita, mencegah adanya penularan penyakit ispa,” jelasnya.

Untuk diketahui ada 302 kepala keluarga terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, selama dipengungsian ini berbagai penyakit menyerang warga.

“Pengobatan rutin setiap harinya dilakukan dan menyiapsiagakan pegawai kesehatan dilokasi bencanapun sudah dilakukan, bagi warga yang tidak bisa ditangani di Pos Pengungsian akan dibawa ke rumah sakit terdekat. Pembagian obat-obatan hingga pemperspun dilakukam bagi para pengungsi dan warga yang terdampak bencana,” ungkapnya.

Sementara itu, Yuyun salah seorang warga mengatakan sudah hampir seminggu dirinya tinggal dipos pengungsian, rumahnya nyaris ambruk diterjang bencana tanah bergerak.

“Sudah seminggu saya disini, sama anak saya dan keluarga,” ucapnya.

Dirinya pun mengaku selama dipengungsian mengalami demam hingga sakit kepala. “Sudah diperiksan sama dokter jaga dipos pengungsian, katanya ispa, sudah diaksih obat juga,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *