Puluhan Warga KPR Pribadi di Desa Tarikolot Minta Pertanggungjawaban Pengembang

0
221

Citeureup, BogorUpdate.com
Sebanyak 13 Kepala keluarga (KK) yang berada kampung Tari Kolot RT 003 RW 07 desa Tari Kolot Kecamatan Citeureup kabupaten Bogor, Resah dan menuntut kejelasan Akte Jual Beli (AJB) dan Sertifikat yang tak kunjung mereka terima. Pasalnya sekitar 2 tahun yang lalu mereka membeli rumah dan tanah kepada Nurhayati dan sudah lunas namun hingga saat ini mereka belum menerima AJB.

Sejumlah warga sudah beberapa kali menanyakan kepada Nurhayati selaku pihak yang menjual rumah dan tanah yang saat ini mereka huni perihal kejelasan Akte Jual Beli. Bahkan beberapa warga juga pernah mendatangi rumah Nurhayati, untuk menuntut hak mereka agar Nurhayati memenuhi kewajibannya sebagai penjual.

Diceritakan oleh salah satu warga penghuni rumah yang resah tersebut yaitu Suwarjana Sabtu (09/01/21) bahwa saat ini mewakili 13 kepala keluarga yang membeli rumah dari Nurhayati resah dan terganggu. Karena, akses jalan masuk kerumah miliknya dipagar bambu serta ditutup oleh pemilik tanah.

“Awalnya kami tidak paham kenapa akses jalan kami ditutup, setelah diberikan penjelasan oleh pemilik tanah baru kami mengerti,” tutur Suwarjana kepada bogorupdate.com.

Dengan adanya hal ini, ia menghubungi Nurhayati selaku pemilik KPR pribadi itu untuk meminta kejelasan terkait rumah dan tanah yang mereka beli saat ini. Namun hingga saat ini belum dapat kepastian kapan bisa mendapatkan hak dan adanya dampak dari penutupan jalan tersebut.

“Kami jadi sulit untuk melakukan aktifitas sehari-hari, karena penghuni yang punya kendaraan tidak bisa masuk” ujarnya.

Dia meminta kepada Nurhayati untuk bertangung jawab atas hal ini dan harus memberikan AJB. Karena itu hak warga yang telah membeli rumahnya.

“Jadi, jangan karena konflik mereka, kami jadi korban. Jika hal ini tidak cepat diselesaikan, tidak menutup kemungkinan kami akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Sementara Nurhayati saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp tentang adanya penutupan jalan akses ke 13 rumah tersebut membenarkan hal itu. Pihaknya menjelaskan memang belum ada pelunasan untuk tanahnya, Ini pun sedang dalam penyelesaian.

“Ini sedang saya upayakan. Intinya saya tanggung jawab penuh kepada mereka, Maaf saya sedang sibuk, lagi ada tamu,” jawabnya.

Ditempat berbeda saat dikonfirmasi Sunaryo pemegang Sertifikat serta pemilik tanah yang sah menyampaikan bahwa benar telah melakukan pemagaran akses jalan di 13 rumah tersebut. Aksi tersebut didasari karena Nurhayati belum melakukan pelunasan atas pembelian tanah tersebut dan sudah kurang lebih 3 tahun.

“Saya menunggu janji-janjinya, namun sampe saat ini tidak ada realisasinya dan saya punyak hak untuk melakukan hal itu,” terangnya.

Secara Nurani dia tidak tega dan kasian kepada 13 kepala keluarga tersebut akan tetapi hal itu harus di lakukan, karena haknya belum sepenuhnya diberikan oleh Nurhayati.

“Jadi jika mereka mau menuntut silahkan tuntut Nurhayati, karena secara mekanisme tidak ada urusan dengan saya. Karena, saya juga korban dari Nurhayati,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

(Cek/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here