PSBB Ketiga Telah Berakhir, Kini Kabupaten Bogor Berada di PSBB “Proporsional Secara Parsial”

0
120

Pemerintahan, Bogorupdate.com
Berdasarkan angka reproduksi efektif yang dikeluarkan BAPPENAS, Kabupaten Bogor mencapai angka 1,2, sementara untuk melaksanakan fase new normal diperlukan angka reproduksi efektif di bawah 1.

Dalam upaya pencegahan penyebaran wabah virus Covid-19, gugus tugas Kabupaten Bogor terus melakukan upaya untuk menekan angka reproduksi, melalui penambahan jumlah Rapid dan swab test di lokasi-lokasi keramaian, melakukan tracking, Pola Hidup Sehat, Mewajibkan Penggunaan Masker dan upaya lainnya.

“Berdasarkan hasil perhitungan Gugus Tugas Jabar dengan menggunakan sembilan variabel untuk menentukan level kewaspadaan Kabupaten atau Kota, hasilnya terdapat 15 kab/kota masuk zona biru, 12 sisanya masuk zona kuning,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin dalam keterangannya, Jumat (05/6/2020).

Menurutnya, Kabupaten Bogor dan Kabupaten/Kota lainnya yang berbatasan dengan DKI Jakarta termasuk kedalam level kuning dan belum bisa melaksanakan new normal atau di Jawa Barat disebut dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tetapi harus melalui fase PSBB Proporsional secara Parsial, yang akan dilaksanakan mulai tanggal 5 Juni hari ini sampai dengan 2 Juli 2020 nanti.

Sementara, untuk gugus tugas Kabupaten Bogor telah melakukan perhitungan dengan menggunakan enam variabel untuk mendapatkan hasil tingkat kewaspadaan tingkat Kecamatan dengan kategori rendah, sedang dan tinggi.

Adapun, tingkat kewaspadaan di wilayah Kecamatan sendiri dikategorikan rendah, diantaranya Kecamatan Tanjungsari, Tenjo, Tenjolaya, Sukamakmur, Sukajaya, Cijeruk, dan keenam Kecamatan Jasinga.

Untuk tingkatan Sedang, meliputi Kecamatan Parung, Parungpanjang, Cariu, Rancabungur, Rumpin, Cibungbulang, Babakan Madang, Cigudeg, Ciseeng, Ciampea, Jonggol, Megamendung, Cisarua, Pamijahan, Gunungsindur, Kemang, Dermaga, Klapanunggal, Cigombong, Leuwisadeng, Caringin, Tamansari, Ciomas, Sukaraja, Leuwiliang, Nanggung, Ciawi, dan Kecamatan Citeureup.

“Dan kategori tingkat kewaspadaan tinggi hanya terdapat hanya 5 Kecamatan antara lain, Kecamatan Gunung Putri, Bojonggede, Cileungsi, Cibinong, dan Kecamatan Tajur Halang,” jelasnya.

Ade Yasin melanjutkan, untuk pelaksanaan PSBB Proporsional, Pemkab Bogor telah menerbitkan Perbup nomor 35 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Secara Proporsional sebagai persiapan pelaskanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) untuk mencegah serta pengendalian corona virus desease 2019 (covid-19) di Kabupaten Bogor.

“Adapun ruang lingkup PERBUP tersebut mengatur tentang, level kewaspadaan daerah, penetapan PSBB proporsional secara parsial sesuai kewaspadaan daerah, protokol kesehatan dalam rangka Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” paparnya.

Lebih lanjut Ade Yasin yang juga ketua Gugus Tugas Kabupaten Bogor ini memaparkan, protokol kesehatan diatur berdasarkan sektor aktivitas dan tempat, seperti mobilitas/transportasi masyarakat, aktifitas perkantoran, aktifitas kesehatan, aktifitas industri, aktifitas tempat ibadah, aktifitas perbankan, serta aktifitas pasar/market.

Dalam penerapan protokol kesehatan diatas, sambungnya, mengikuti sesuai dengan tingkat kewaspadaan di kecamatan masing-masing yakni, pengendalian pan pengamanan, monitoring dan evaluasi, sanksi, serta pelaporan.

“Operasionalisasi aktivitas berbagai sektor diatas, berdasarkan ajuan kepada gugus sesuai tingkatan dengan menyertakan rencana aksi sesuai protokol kesehatan dan surat pernyataan/komitmen untuk mematuhi segala ketentuan yang tertuang dalam dalam PERBUP,” tegasnya.

“Pemkab Bogor sendiri telah membentuk tim verifikasi yang bertugas memberikan rekomendasi dan monitoring pelaksanaan aktivitas,” tutupnya. (Rul)

 

 

 

 

Editor : Endi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here