Proyek Pengaspalan di Desa Malasari Dinilai Asal-asalan, Dewan Komisi 3: Kontraktor Jangan Main-main

0
215

Nanggung, BogorUpdate.com
Ratusan warga Kampung Nyungcung, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung turun ke jalan melakukan aksi protes pada pengerjaan aspal hotmix yang dinilai asal-asalan dan tidak memuaskan. Mereka meminta pihak pemborong agar lebih memperhatikan kualitas jalan.

Deden (38) warga Kampung Nyungcung mengeluhkan spesifikasi ketebalan dan kualitas jalan yang terkesan asal-asalan pengerjaannya oleh pemborong.

“Saya bingung, aspal hotmix kok kayak gini, tipis dan asal-asalan pembangunannya,” kata deden kepada wartawan Minggu (13/12/20).

Deden mempertanyakan spesifikasi ruas jalan hotmix yang hampir rampung dikerjakan oleh pemborong itu. Sebab, diduga RAB tidak sesuai dengan fakta pekerjaan dilokasi.

“Sepengetahuan saya, aspal hotmix itu tidak tipis seperti ini, karena saya juga punya teman yang paham mengenai pekerjaan hotmix ini,” ujarnya.

Senada dikatakan,tokoh masyarakat setempat, Cawong (47), ia menjelaskan, masyarakat Desa Malasari bukan untuk membuat bangkrut PT atau pelaksana pengerjaan jalan, tetapi masyarakat hanya ingin pengerjaan yang maksimal sesuai yang diharapkan.

“Warga hanya menuntut kualitas jalan yang maksimal dan sesui SOP,” tegas Cawong.

Menurutnya, alasan protes dengan turun ke jalan, karena menilai pembangunan jalan ketebalannya hanya 3 centimeter.

”Jangan mentang-mentang kami masyarakat di pegunungan mungkin pemikirannya awam, ketika adanya keluhan warga tolong pemerintah harus cepat tanggap,” ujarnya.

Cawong menjelaskan jika warga ingin hasil pembangunan di wilayahnya bertahan lama. “Kami hanya menuntut hak agar jalan ini awet pembangunannya dan bisa bertahan lama, sehingga kualitasnya juga harus diperhatikan,” pinta dia.

“Kami sebagai masyarakat sangat menantikan adanya perbaikan jalan ini, karena sekitar sudah sebelas tahun kami menanti ingin adanya pembangunan jalan dengan kualitas yang bagus sesuai harapan masyarakat,” tandas Cawong.

Setelah ratusan warga di lingkungan RW 02, 05 dan RW 06 memberikan protes atas ketidakpuasan pada pembangunan jalan, pihak pelaksana menanggapi dan langsung tanggap akan memperbaikinya. “Kalau masyarakat tidak kritis dan tidak turun ke jalan, kurang tau juga bangunan jalan ini akan diperbaiki atau tidak,” ungkapnya.

Dari pantauan di lokasi, Pembangunan hotmix jalan dengan besaran anggaran Rp 4.280.386.000 dikerjakan oleh PT. Dovlen Seventy dengan konsultan pengawas dari PT. Nasuma Putra.

Sementara anggota komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Golkar Aan Triana Almuharom juga mengingatkan kontraktor jangan main-main dengan dana APBD.

“Laksanakan pekerjaan sesuai aturan, jangan main-main, ini kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Menurutnya, antara kontraktor pelaksana dengan pengawas itu harus berjalan seirama, begitu juga pengawasannya pun harus jeli terkait dengan pelaksanaan program dimaksud. Aan menyebutkan, mengingat banyaknya persoalan insfrastruktur di Kabupaten Bogor pihaknya dalam waktu dekat ini bakal menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas PUPR.

“Terkait berbagai insfrastruktur yang memang banyak persoalan, komisi 3 akan mengagendakan rapat pada Rabu atau Kamis,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

Gus/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here