Proyek Masjid Agung Kembali Mangkrak

0
39

Foto ilustrasi (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Meski rekomendasi dari Kementerian PUPR telah keluar, namun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor memastikan bahwa pembangunan fisik Masjid Agung takkan dilanjutkan tahun ini.

Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi alasannya waktu yang ada terlalu mepet dan berkurangnya anggaran pembangunan akibat Covid-19 menjadi kendala utama, sehingga mau tidak mau lanjutan pembangunan tempat ibadah tersebut harus kembali tertunda.

“Kalau melihat dari waktunya terlalu mepet, jadi ditunda tahun depan. Sekarang masih dalam tahap perencanaan perbaikan struktur bangunan dan struktur atap yang terpisah dari bangunan sebelumnya,” ujar Kepala Dinas PUPR, Chusnul Rozaqi belum lama ini.

Menurut dia, awalnya Pemkot Bogor menyediakan anggaran pembangunan Masjid Agung pada tahun ini sebesar Rp15 miliar. “Ya, akibat pandemi, dana tersebut terpaksa digeser guna penanganan virus corona. Dan sekarang anggaran yang ada tinggal Rp7 miliar,” ungkap Chusnul.

Disinggung mengenai berapa jumlah nominal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek Masjid Agung yang sudah mangkrak sekitar empat tahun itu. Chusnul menyatakan bahwa kebutuhan anggaran baru akan terlihat setelah perencanaan selesai dibuat.

“Nanti kalau sudah selesai akan terlihat berapa kebutuhannya. Kalau untuk anggaran konsultan perencanaannya sekitar Rp600 hingga Rp700 juta,” ucapnya.

Yang pasti, kata Chusnul, penyelesaian pembangunan Masjid Agung akan selesai tergantung dari anggaran yang disediakan oleh pemerintah. Misalnya nanti perencanaan selesai, dan kebutuhan anggaran Rp50 miliar, dan itu disiapkan pemerintah berarti selesai.

“Tetapi bila, nantinya hanya ada dana Rp25 miliar, berarti penyelesaian dilakukan tahun depannya. Kan nggak mungkin semua anggaran difokuskan kesana,” jelas dia.

Namun, Chusnul mengaku tak dapat memastikan kapan pembangunan Masjid Agung akan selesai. Hal itu lantaran belum adanya kepastian kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

“Belum tahu, sebab corona juga tak diketahui berakhir kapan. Sedangkan pemerintah butuh anggaran untuk penanganan pencegahan virus tersebut,” bebernya.

Tetapi, ia mengaku akan memperjuangkan agar Pemkot Bogor menggelontorkan anggaran untuk pembangunan Masjid Agung pada tahun depan. “Kami akan upayakan agar tahun depan ada anggarannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi PPP DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) meminta Pemkot Bogor untuk memprioritaskan pembangunan Masjid Agung.

“Warga dan pedagang Pasar Kebon Kembang sudah sangat menantikan agar proyek tersebut cepat selesai. Warga sudah menunggu cukup lama, kebutuhan akan rumah ibadah di kawasan itu sangat penting,” katanya.

Bila perlu, sambung ASB, pada tahun depan Pemkot Bogor melakukan pergeseran anggaran dari proyek yang tidak penting, dan mengalokasikan anggarannya untuk kelanjutan pembangunan Masjid Agung.

“Lebih baik distop dulu pembangunan yang nggak terlalu penting, lebih baik fokus terhadap penyelesaian pembangunan masjid,” tandas Politisi PPP itu.

 

 

 

 

(As/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here