Prof. M Syukur Pakar IPB University Paparkan Penyebab Harga Cabai Melonjak

0
48

Ekobis, BogorUpdate.com
Belakangan ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan naiknya harga cabai. Padahal fluktuasi harga cabai tidak terlepas dari supply dan demand. Demand relatif tetap, sedangkan supply sangat tergantung ketersediaan cabai di tingkat petani. Di Indonesia, sebanyak 60 persen cabai dikonsumsi dalam keadaan segar, baik cabai besar, keriting maupun rawit. Sehingga ketersediaan cabai di tingkat petani akan mempengaruhi harga di konsumen akhir.

“Stok di petani sedang kurang. Ini karena beberapa sentra produksi sedang menanam padi atau tanaman lainnya sedangkan beberapa sentra yang lain produktivitasnya sedang turun akibat curah hujan tinggi,” ungkap Prof Muhammad Syukur, pakar cabai dari IPB University.

Untuk mengantisipasi keterbatasan stok ini, Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH), Fakultas Pertanian IPB University ini menjelaskan bahwa harus direncanakan sejak awal dengan strategi penyediaan mulai dari manajemen produksi. Manajemen produksi ini dapat dilakukan dengan penyebaran sentra produksi dan perencanaan produksi sesuai agroklimat dan kebutuhan.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah teknologi budi daya yang digunakan. Mulai dari penyediaan varietas tahan dan benih unggul, pengendalian organisme pengganggu tanaman dan teknologi produksi sepanjang tahun,” tambahnya.

Sementara, untuk proses pasca produksi ia menyarankan untuk melakukan pengolahan hasil saat over supply. Ia juga menyarankan supaya melakukan penguatan kelembagaan petani cabai.

Terkait tingginya curah hujan, dikatakannya, kondisi tersebut dapat menurunkan produktivitas cabai mencapai 30 persen. “Ini dapat terjadi akibat serangan penyakit yang meningkat. Untuk mengatasi ini, harus diantisipasi sejak awal penanaman dengan menerapkan teknik budi daya tertentu, bisa dengan jarak tanam renggang, drainase yang baik atau menggunakan rumah plastik,” tambahnya.

Ia juga menyarankan untuk menambah luas tanam cabai guna meningkatkan produksi cabai.

Meskipun harga cabai melonjak belakangan ini, Prof Syukur mengaku, kenaikan harga cabai ini bukan karena hari besar keagamaan maupun permintaan meningkat pada perayaan tahun baru. Peningkatan harga cabai ini justru terjadi akibat ketersediaan produk yang menurun.

“Pada bulan November, Desember, Januari dan Februari curah hujan sangat tinggi di beberapa wilayah sehingga perlu diantisipasi. Selain itu, saat over supply di bulan-bulan tertentu, kelebihan produk harus segera diserap agar harga tidak turun drastis. Justru kalau dibiarkan harga turun terlalu lama akan memicu harga cabai yang naik di bulan-bulan selanjutnya,” pungkasnya. (bu/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here