Prof Arif Satria: Nusantaranomics Rumuskan Strategi Pembangunan Indonesia

  • Bagikan

Ekobis, BogorUpdate.com
Ekonomi Nusantara adalah sistem ekonomi-politik yang berbasis pada ekonomi lokal. Ekonomi Nusantara bersumber dari budaya yang berkembang di masyarakat nusantara. Ide yang dikembangkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Prof Didin S Damanhuri ini merupakan bentuk sistem ekonomi Pancasila yang menunjukkan kekuatan model wirausaha asli khas masyarakat Indonesia.

Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) IPB University, Lingkar Studi Ekonomi Nusantara (LKEN) dan Komunitas Angkringan Bentara Rakyat (AKAR) menggelar webinar IPB Strategic Talks ke-26 “Nusantaranomics 1st Series: Model Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju 2045″ pada Jumat (30/07/21).

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menjelaskan, digitalisasi masif membutuhkan pendekatan unik dari Indonesia. Pendekatan ini berbeda dari yang lain berdasarkan konteks masalah.

“Kita dihadapkan pada peluang dan tantangan besar. Kita membutuhkan pluralisasi strategi pembangunan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi. Nusantaranomics menghadirkan pendekatan pemikiran ekonomi. Keberagaman strata masyarakat Indonesia belum mampu mengikuti irama perkembangan teknologi yang ada. Nusantaranomics mampu merumuskan strategi pembangunan Indonesia,” ujar Prof. Arif.

Dengan keragaman sosial budaya yang luar biasa, Prof Arif berharap Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

“Ekonomi Pancasila atau ekonomi berbasis konstitusi 1945 dekat dengan pendekatan Model Heterodoks Jepang, seperti Perencanaan Jangka Panjang. Negara-negara berkembang umumnya didorong oleh keuangan. Pelaku ekonomi Indonesia diisi oleh rent seeker. Di era reformasi, Indonesia mengalami politik transaksional. Budaya kita memiliki feodalisme negatif. Kemandirian ekonomi harus dicapai dengan struktur dan ekonomi nasional untuk mencapai ekonomi politik oligarki yang bebas,” kata Prof. Didin S Damanhuri.

Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB University ini menjelaskan, ekonomi politik dan sistem bisnis akan mensejahterakan rakyat sebesar-besarnya jika negara aktif, mekanisme pasar yang sehat, dan pemerintahan yang inovatif. Dalam struktur ekonomi dan politik nasional yang lebih rendah, ekonomi Nusantara atau ekonomi lokal kokoh dan kokoh.

“Semua pemangku kepentingan harus mendorong orientasi pembangunan yang mensejahterakan rakyat sebesar-besarnya. Pembangunan nasional yang adil dan terdesentralisasi mampu merepresentasikan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Pendiri Institute for Development of Economics and Finance ini.

 

 

 

 

 

(ipb/bu)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.