PPKM Darurat Perketat Pergerakan Warga

0
58

Foto ilustrasi aktifitas warga (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan diberlakukan mulai 3-20 Juli 2021, hal itu menyusul lonjakan covid 19 yang terjadi di sejumlah wilayah Indobesia tak terkecuali di Kota Bogor.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pengetatan aktivitas dalam beberapa hari kedepan. “Proses pengambilan keputusan dilakukan dengan cermat,” ujar Luhut, Kamis (01/07/21)

Keputusan itu akan diikuti pemerintah daerah Kota Bogor. Dalam kebijakan itu diatur pula sejumlah pengetatan, seperti penutupan sementara mall, sekolah hingga tempat ibadah.

Menindak lanjuti keputusan tersebut, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim membagikan Panduan Implementasi Pengetatan Aktivitas Masyarakat Pada PPKM Darurat Jawa Bali.

Dan diketahui, Kota Bogor masuk pada situasi pandemi level 4. Masih dalam panduan yang dibagikan Dedie, kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup sementara.

“Untuk poin tersebut (penutupan mall dan sejenisnya), tentu Kota Bogor akan menyesuaikan (mengikuti) dengan arahan yang ada,” ungkap Dedie, Kamis (01/07/21).

Namun kata mantan pejabat KPK itu, sektor yang melayani kebutuhan sehari-hari tetap dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat. Tertulis juga supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Namun untuk jam operasionalnya dibatasi sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Sedangkan apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum tetap buka. Seperti warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jalanan, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan atau mall.

“Tetapi hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in),” ujar orang nomor dua di kota hujan itu.

Bagi pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Sedangkan tempat ibadah juga ditutup sementara.

Sedangkan fasilitas umum, seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya, ditutup sementara.

Kegiatan seni dan budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

Seperti diketahui, Presiden Indonesia Joko Widodo telah memutuskan untuk memberlakukan PPKM darurat 3-20 Juli khusus di Jawa dan Bali.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here